Resep Ayam Gulung Menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu Batita satu tahun

Punya batita yang sudah mulai makan selain air susu ibu atau biasa juga disebut makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), membuat saya ingin juga berbagi beberapa resep sederhana untuk sobat bloger yang juga punya anak batita, Selain enak, juga sehat untuk buah hati karena mengandung sayur-sayuran dan ayam. Silahkan dicoba dan jangan malas mencoba yah karena demi sehatnya si buah hati.

Bahan Isian:
120 gr wortel, serut halus
100 gr dada ayam, cincang halus
100 gr buah pir manis, serut kasar
1 siung bawang putih, cincang halus
1 siung bawang merah, cincang halus
1 lembar daun seledri
1 batang daun bawang, iris halus
50 ml susu cair plain (bisa menggunakan ASI)

Bahan kulit:
2 butir telur ayam kampung
250 gr tepung terigu
50 gr tepung maizena
50 keju parut
400 ml air
margarin untuk olesan teflon

Cara membuat:
1. Isian: tumis bawang putih dan merah hingga harum, masukkan wortel, pir, ayam, seledri, daun bawang, aduk rata. Tambahkan susu, aduk rata. Masak sampai matang sambil di aduk di atas api kecil. Angkat.
2. Kulit: kocok telur, tepung terigu, maizena, keju dan air hingga rata.
3. Panaskan teflon yang telah diolesi dengan margarin. Tuang satu sendok sayur adonan kulit, masak hingga matang, lakukan sampai semua bahan kulit habis.
4. Ambil satu lembar kulit, isi dengan bahan isian, lipat seperti melipat lumpia. lakukan sampai semuanya habis.
5. Kukus kurang lebih 15 menit, angkat dan sajikan setelah dingin.

kompas musafir
(Sumber foto: babybar.co.id)


Resep Jelly Buah Naga Merah untuk MP-ASI Batita Satu Tahun

Ada juga nih sobat bloger, cemilan sehat untuk siang hari yang panas menyengat, bahan dasarnya menggunakan buah naga merah. Jelly buah naga merah ini selain cocok untuk yang tua-tua (atau yang merasa tua heheheh..) juga cocok sebagai makanan pendamping ASI atau disingkat MP-ASI untuk balita umur 1 tahun. Silahkan dilihat, diamati dan dilaksanakan.

Bahan yang digunakan:
120 gr buah naga merah, blender dengan 50 ml air
1/2 sendok teh bubuk jelly atau agar-agar putih
150 ml air matang
200 ml jus buah pir (kalau tidak ada, tidak apa-apa)

Cara membuat:
1. Panaskan air sampai hangat, masukkan buah naga dan jus pir, aduk lagi dengan api kecil.
2. Masukkan sedikit demi sedikit bubuk jelly sambil diaduk hingga mendidih, angkat.
3. Tuang dalam cetakan, diamkan sampai dingin, dan siap disajikan.


kompas musafir
(Sumber foto: www.pinterest.com)

Resep Salad Buah Segar Warna-warni

Kenyang habis makan Ikan goreng saus mangga, enaknya ditutup dengan salad buah pelangi nih. Liat-liat persediaan buah di kulkas ternyata masih banyak, jadi pengen buat nih, yuk sobat bloger intip cara membuatnya.

Bahan yang digunakan:
100 gr melon, dikerok bulat
100 gr semangka, kerok bulat juga
100 gr mangga, kerok bulat lagi
100 gr buah jeruk, kupas kulit arinya, (kalau tak ingin repot, sobat bloger bisa juga menggunakan buah jeruk mandarin kalengan)
2 buah kiwi, potong sesuai selera
1 buah nanas, potong sesuai selera juga

Bahan saus:
100 gr mayonaise
1 sendok makan susu kental manis
1 sendok teh air jeruk lemon

Cara membuat:
1. Buat saus: campur dan aduk rata semua bahan, masukkan ke dalam lemari es kurang lebih 10 menit.
2. Campur dan aduk rata semua buah, kemudian siram dengan saus. Simpan dalam lemari es, dan keluarkan ketika akan disajikan.

kompas musafir
(Sumber foto: www.sajiansedap.com)


Resep Ikan Nila Goreng Saus Mangga Muda

Nda sabaran nih pengen bagi resep-resep enak untuk sobat bloger tercinta. resep ikan goreng saus mangga ini salah satunya, cocok untuk ibu-ibu yang lagi ngidam, rasanya pedes-pedes kecut, pokoknya bikin ngiler deh! langsung aja yah disimak caranya.

Bahan yang digunakan:
2 ekor ikan nila atau ikan lain (yang ukurannya sedang)
1 sendok teh jeruk nipis
1 sendok teh garam
minyak goreng

Bahan saus mangga:
1 buah mangga mengkal, diiris memanjang
1 buah bawang bombay, diiris halus
2 siung bawang putih, dicincang halus
50 gr saus tomat
1 sendok makan saus sambal
1/2 sendok teh kecap asin
garam sesuai selera
100 ml air
1 sendok tepung maizena, dilarutkan dengan 1 sendok teh air

Cara membuat:
1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam, simpan dalam lemari es selama kurang lebih 15 menit. Kemudian goreng ikan dengan api besar hingga matang.
2. Buat saus: tumis bawang bombay, saus sambal, kecap asin, garam, aduk rata sampai harum. Masukkan mangga, aduk rata, tambahkan air, masak hingga mendidih, kemudian kentalkan dengan larutan maizena, aduk hingga meletup-letup.
3. Angkat saus, siapkan piring saji, letakkan ikan kemudian siram dengan saus mangga tadi, sajikan.

kompas musafir
(Sumber foto: widayagurami.blogspot.com)



Resep Kentang Isi Ayam Pedas

Buat sobat bloger yang suka cemilan kentang, wajib kudu harus mncoba resep yang satu ini. Caranya gampang sekali, bisa juga dimakan dengan nasi kalau mau.

Bahan yang digunakan:
500 gr kentang, kukus kemudian haluskan
1 sendok makan margarin
1 kuning telur
1 sendok makan susu bubuk
garam sesuai selera
1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan isian:
200 gr ayam giling
1 buah bawang bombay kecil, dicincang halus
2 siung bawang putih dicincang halus
2 buah cabai merah, dicincang halus
50 gr saus tomat
garam sesuai selera
1/4 sendok teh merica bubuk
50 ml air
1 sendok teh maizena dilarutkan dengan 1 sendok teh air

Bahan pencelup:
2 butir telur, dikocok lepas

Bahan pelapis:
tepung panir yang kasar

Cara membuat:
1. Campur kentang dengan margarin, kuning telur, susu bubuk, garam dan merica sampai rata, sisihkan.
2. Isi: tumis bawang bombay, bawang putih dan cabai hingga harum, tambahkan ayam giling dan aduk rata hingga berubah warna.
3. Tambahkan saus tomat, garam, merica bubuk, aduk rata, tuang air, aduk hingga mendidih, kentalkan dengan larutan maizena, aduk hingga meletup-letup, dinginkan.
4. Ambil sedikit adonan kentang, isi dengan bahan isian, bentuk bulat, celupkan ke dalam pencelup, gulingkan di atas panir. Goreng hingga kecoklatan. Sajikan.

kompas musafir
(Sumber foto: tipscaramembuat.blogspot.com)


Resep Sosis Roti Goreng

Untuk kamu para sobat bloger yang bosan dengan sarapan nasi goreng atau roti to', tidak ada salahnya membuat Roti Sosis goreng yang dinikmati dengan mayonaise, Selain rasanya yang lezat dapat membuat perut yang tadinya berdendang ria menjadi lebih tenang, apalagi kalau makannya sama nugget mie jamur.

Bahan yang digunakan:
2 lembar roti tawar, sobek-sobek
50 ml susu cair hangat
250 gr daging giling
75 gr ayam giling
1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
1/4 buah paprika merah, dicincang halus
1 butir telur
1 sendok teh garam
sejumput merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk
50 gr keju parut
2 sendok makan mentega
1 butir telur. kocok lepas (untuk pencelup)\

Bahan pelengkap:
5 buah roti hotdog
1 sendok makan mentega
2 sendok makan mayonaise
2 sendok makan saus tomat
50 gr keju parut

Cara membuat:
1. Rendam roti tawar dengan susu cair hangat, hancurkan roti.
2. Campur daging giling, daging ayam, bawang bombay, paprika, telur, garam, merica, pala bubuk dan keju parut, aduk rata kemudian tambahkan rendaman roti, aduk sampai rata.
3. Bentuk lonjong sepanjang 12 cm, celupkan di dalam telur, kemudian goreng dengan api sedang hingga matang.
4. Ambil sebuah roti hotdog, oleskan margarin, panggang sampai kecoklatan, oleskan mayonaise pada roti hotdog, kemudian letakkan sosis goreng, semprotkan saus tomat dan mayonaise terkahir taburkan keju parut, angkat. Sajikan selagi hangat.

kompas musafir
(Sumber foto: www.sajiansedap.com)


Resep Nugget Mie Isi Jamur

Selamat siang sobat blogger semuanya, lagi ngapain nih? mungkin kalau yang ibu-ibu pada sibuk di dapur kali yah! Nah sebagai pelengkap sajian masakan ibu-ibu nih, berikut saya bagikan resep spesial untuk keluarga khususnya untuk si buah hati yang lagi malas makan, yuk kita buat Nugget Mie isi Jamur.

Bahan yang dipakai:
200 gr mie (boleh pakai mie instan), rendam kemudian potong-potong
150 gr jamur merang, dicincang
4 butir telur
1 sendok teh garam atau sesuai selera
sejumput merica bubuk

Bahan pelapis:
2 butir telur
100 gr tepung panir

Cara membuat:
1. campur mie, jamur, telur, garam dan merica bubuk sampai merata. Tuang ke dalam loyang kemudian kukus kurang lebih 20 menit sampai matang. Angkat.
2. Cetak dengan cetakan yang berbentuk lucu agar terlihat lebih menarik.
3. Celupkan adonan yang telah dicetak ke dalam telur, kemudian gulirkan pada tepung panir, celupkan sekali lagi dalam telur dan terakhir gulingkan di atas tepung panir, dan goreng sampai matang dan berwarna kuning kecoklatan.

Selamat mencoba, resep ini bisa juga untuk dijadikan bekal sekolah buah hati sobat bloger.

kompas musafir
(Sumber foto: arofah.com)



Kubu Ini Memilih Merdeka Seutuhnya

Empat mobil bergerak pelan beriringan mengarah ke pelosok kampung Lubuk Labu, jalan tanah berbatu diasapi debu berterbangan, jalan yang biasanya sepi itu, kali itu dibising deru mesin kendaraan pantul memantul di kehijauan rimba dan tebing, Hor mengamati dengan cermat suara itu kemudian memanjat sebatang pohon, diatas dahan dicobanya memaku gerak kendaraan, pandangannya tak berkedip hingga iring-iringan itu hilang ditelan tikungan lebat, tak lama kemudian Hor berlari sekencang mungkin menuju Genah (*1) kakinya yang lincah melompat seperti anak kijang.

Pagi menjelang siang itu Genah Orang Kubu sepi kaum lelaki, yang tinggal hanya perempuan dan anak-anak yang usianya lebih kecil dari Hor, selama Genah tidak dihuni kaum lelaki Hor punya tanggung jawab melindungi kelompok itu dari “kecurigaan”, kecepatan kaki Hor melambat di depan salah satu Genah, terlihat Idar sedang asik menjalin manik-manik dari biji jali (*2), melihat Hor Idar berhenti.

Mangapo kamu lari”

Ado oto masuk”

“Cubo kamu tengok di topian tu nak kemano ughang tu

Hor mencabut sebatang tombak lalu bergegas ke tepian sungai, mengamati siapa yang datang dan hendak kemana tujuan mereka.

Sampai di tepian sungai Hor mengintai di atas sebatang pohon, sendiri, matanya liar menangkap suara dan gerak dahan, lama ia disitu. sekitar satu jam ia tak mendengar tanda apa-apa, kemudian turun menyisir tepian sungai.

Sepeninggalan Hor, Idar dan perempuan lainnya bergegas memakai pakaian dan perhiasan yang mereka punya, pakaian dan perhiasan dipakai ketika mereka ke kampung atau menerima tamu dari “Orang Luar” seperti yang diperkirakan saat itu.

Iring-iringan empat buah mobil itu akhirnya tiba di kampung Lubuk Labu, setelah menembus rimba lebat dan jalan berlumpur, kampung Lubuk Labu yang dihuni lebih kurang 52 kepala keluarga itu tampak sibuk mempersiapkan upacara penyambutan, sesajen telah disiapkan di salah satu rumah penduduk guna menyambut kedatangan tamu agung itu, seperti yang di kabarkan wali nagari beberapa hari sebelum itu bahwa wakil bupati Dharmapada akan datang berkunjung ke kampung yang letaknya sangat terpelosok itu.

Anak-anak Sekolah Dasar di dandani sedemikian rupa dengan pakaian adat, hari itu kampung Lubuk Labu meriah, sebagian laki-laki tidak pergi ke ladang atau ke rimba mencari kayu balok, hari yang spesial itu akan di gunakan untuk menyampaikan keluhan masyarakat kepada salah seorang pengayom kabupaten Dharmapada itu, sementara itu tidak jauh dari kampung Lubuk Labu Hor sebenarnya juga sedang menanti iring-iringan itu di tepian sebuah sungai. Penantian yang bermakna lain.

Di Genah Idar sibuk merapikan berbagai hal, kuali panci dan perkakas masak lain yang masih berisi sisa masakan pagi, Gadih Dewi yang lebih muda tiga tahun dari Hor sibuk pula membantu Idar mengemasi peralatan lain di sekitar Genah.

“Kito tak boleh tampak kumuh, bersihkan galonyo

“Hayo cepat, sebelum mereka tibo, yoh ..

Kesibukan mendadak penghuni Genah berlangsung beberapa lama sehingga tak terasa matahari mulai tinggi, cahayanya menusuk ubun-ubun pepohonan, di rimba yang lebat itu Hor menikmati penantiannya sambil melepas dahaga dengan minum air Sungai Sipotau, dia kembali ke posisi semula berjongkok di sebuah dahan, memasang pendengarannya yang tajam dan penghilatannya yang jernih.

Setelah sekian lama mengintai tidak juga ada tanda-tanda iringan kendaraan itu mendekat, Harapan Hor mulai pudar, hingga siang itu iring-iringan kendaraan itu tidak jua menepi di jalan setapak menuju Genah mereka, Hor mulai putus asa turun dari dahannya berjalan lunglai kembali ke Genah.

Menemui muka lusuh Hor, Idar paham tamu yang diharapkan itu tidak akan datang ke Genah mereka, kembali ia menjalin biji jali untuk dijadikan perhiasan.

Adegan kisah diatas merupakan sekelumit perilaku suku kubu manakala hendak menerima tamu orang luar, jika dikatakan mereka jorok, kumuh, namun disisi lain mereka mengerti pula dengan malu, malu ini tentu malu dalam perspektif orang luar, dan malu itu mereka sesuaikan dengan keadaannya.

Malu terlihat kumuh oleh orang luar, padahal ketika saya dan kawan-kawan berkunjung ke sudong mereka tiada pernah terlihat bergegas merapikan sesuatu, babi yang sudah di potong, ular yang sedang dikuliti, biawak yang siap dipanaskan dalam panci, atau monyet yang sedang dibakar, berserakan saja letaknya, mungkin mereka sedang beranggapan kami sudah sedikit menjadi bagian dari kebiasaan mereka.

Suku Kubu dalam bingkai kenegaraan Indonesia merupakan sekelompok komunitas adat yang menjadi objek, setidaknya saya memahaminya demikian, pelbagai usaha dilakukan terkait suku kubu, usaha tersebut tentu saja usaha untuk memperjuangkan nasib kehidupan suku kubu, hampir tidak pernah saya mendengar usaha memperbaiki taraf kehidupan mereka itu dilakukan oleh aparatur pemerintah daerah setempat.

Paling banyak yang memperjuangkan hak hidup suku kubu ini dilakukan oleh LSM, dengan sumber dana dari Negara pendonor, atau bagian dari hutang luar negeri, intinya suku kubu merupakan sekelompok komunitas adat yang sedang terancam hidupnya, dan harus segera dilakukan tindakan penyelamatan.

Aktifis dan pekerja kemanusiaan terlihat sibuk membuat kesimpulan, tindakan apa yang paling tepat dan ampuh untuk menyelamatkan kehidupan suku terpencil ini, berbagai teori dan kurikulum digelontorkan dalam berbagai tindakan uji coba, sementara itu kehidupan suku kubu setiap hari semakin terjepit.

Konsep penyelamatan seperti apa yang sebenarnya sedang di suntikkan kepada suku kubu ini, andaikan pangendum tampun dikatakan berhasil didiajarkan cara hidup seperti orang luar, seberapa besar pengaruhnya untuk mengajak komunitas suku ini berada dalam pola hidup seperti orang luar, bahkan terkadang pola itu hanya menghasilkan nada-nada sumir tentang eksploitasi kehidupan suku terpencil.

Konsekuansi dari laju pertambahan jumlah penduduk selalu menuntut kebutuhan untuk ruang hidup yang lebih besar, ini mungkin konsep dasar dari bertahan hidup bagi orang luar, dari konsep ini pula hutan sebagai suatu areal bebas dibuka untuk melanjutkan kehidupan itu sendiri, disisi lain hutan sebagai satu-satunya penyangga kehidupan suku kubu semakin tergerus oleh orang luar, kita tentu pernah mendengar di berbagai media tentang konflik lahan antara suku kubu dengan orang luar, sebagai bentuk perang dalam bertahan hidup.

Suku Kubu dalam tatanan adatnya memilih tidak terjajah dari apa yang disebut dengan era moderenisasi, tatanan adatnya tidak pula membuat mereka ingin memiliki rumah mewah atau villa mewah di dalam hutan, villa mereka hanya lembaran daun dan terpal yang mereka sebut dengan sudong, sungguh suku kubu adalah suku yang merdeka seutuhnya, terkadang hanya kita saja yang memaksakan kehendak agar mereka tinggal menetap dalam sebuah rumah bedengan.

Mereka (Suku Kubu) telah memilih untuk tidak terjajah dalam sebuah kesatuan Negara, ketika hutan di klaim oleh Negara sebagai miliknya, suku kubu sudah terlebih dahulu menjaga hutan dan isinya semenjak zaman nenek moyang mereka, atau bahkan mungkin ketika itu belum ada yang namanya Negara Indonesia.

Yusup salah seorang dari komunitas suku kubu pernah menyindir saya, “Kalau memang iyo hutan ini milik kepunyaan ninik mamak, cubo tunjukkan agak sebatang pohon nan ado mereknyo ninik mamak, cubo tunjukkan sejak bilo dio tinggal di hutan menjago hutan ko”, sebuah sindiran yang akan saya ingat seumur hidup dari seorang teman yang berasal dari suku kubu, yang sedang menjadi objek dunia tentang perilaku adat dan kehidupan mereka, sementara itu nun jauh di negeri paman sam sana orang-orang sibuk evaluasi tentang program sertifikasi tanah indonesia, dan penggunaan hutang luar negeri mereka untuk melancarkan urusan sertifikasi tersebut.
Kubu Ini Memilih Merdeka Seutuhnya

Genah *1 : Sebutan Pondok bagi Suku Anak Dalam, istilah lainnya Pesudongon

Biji Jali *2 : Biji dari tumbuhan famili padi-padian, tanaman ini banyak tumbuh liar di hutan.

Cara Alami Membuat Agar-agar Rasa Jeruk

Semangat Pagi …

Ketika cuaca panas terik tenggorokan seakan kering kerontang, kadang ingin sekali rasanya memakan sesuatu yang mampu memoles dan menyegarkan tenggorokan, dengan segelas agar-agar misalnya, seperti pada sebuah iklan produk minuman sprite cuaca terik dan panas menjadi cair dan segar seperti sebuah kolam renang, hehe. 

Zaman serba canggih sekarang ini mungkin tidak sulit untuk menemukan bahan agar-agar dengan rasa jeruk, baik di swalayan, pasar tradisional dan di minimarket yang tersebar di seluruh pelosok jagat raya, tapi pernahkah terfikirkan membuat agar-agar biasa dengan rasa jeruk, mari kita simak tips berikut ini.

Cara membuat agar-agar rasa jeruk

1. Ambil sebungkus agar-agar putih, terserah mau merek apa saja (swallow, rose brand dan lain-lain).

2. Masak dengan santan, pakai gula pasir (rasa manisnya sesuai selera anda).

3. Potong kulit jeruk membentuk setengah lingkaran.

4. Setelah agar-agar putih mendidih, tuangkan kedalam kulit jeruk yang sudah dibentuk tadi.

5. Diamkan sampai agar mengeras.

6. Sambil menunggu agar-agar putih mengeras, masak agar-agar merah dengan gula pasir ditambah santan, sampai mendidih, kemudian tuang agar-agar merah diatas agar-agar putih yang sudah mengeras tadi, untuk lebih cepat proses pengerasannya masukkan kedalam kulkas.

7. Jika ingin mengkolaborasikan dengan aneka buah, anda tinggal potong-potong buah dan masukkan juga kedalam agar-agar yang sedang dalam proses pengerasan.

Setelah semua proses diatas selesai, potong agar-agar yang sudah jadi seperti isi jeruk.

Nah tips membuat agar-agar rasa jeruk selesai, cukup mudah bukan, silahkan dicoba.

agar-agar rasa jeruk