Abu Sangeangapi Terjang Enam Kabupaten

kompas musafir
(Antara Foto : Ahmad Subaidi)
PASCAMELETUSNYA Gunung Api Sangeang api di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (30/5), hujan abu yang dimuntahkan dari puncak gunung api itu telah mencapai enam kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).Keenam kabupaten yang terdampak hujan abu Gunung Api Sangeangapi yaitu Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat, Manggarai, dan Sabu Raijua. "Kami sudah instruksikan kepada seluruh BPBD di kabupaten yang terkena abu vulkanis agar segera membagikan masker kepada masyarakat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT Tini Thadeus, kemarin. Hujan abu yang meluas itu juga telah mengganggu jalur penerbangan internasional. Humas PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Sherly Yuanita mengungkapkan penerbangan Jetstar jurusan Darwin-Denpasar terpaksa dibatalkan karena abu Gunung Api Sangeangapi menyelimuti jalur penerbangan tersebut. "Sementara itu Viirgin Air yang menurut jadwal tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 14.45 akhirnya dialihkan ke Adelaide, Australia," ujarnya.Untuk penerbangan domestik, maskapai Garuda Indonesia membatalkan penerbangan Lombok-Denpasar dan rute Denpasar-Labuan Bajo-Ende untuk sementara sampai batas waktu tidak ditentukan.

Pekatnya abu vulkanis Gunung Api Sangeangapi juga memaksa Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Kabupaten Bima, NTB, ditutup sejak pukul 12.00 Wita, kemarin. "Kita tutup dulu karena jarak pandang di landasan sangat terbatas. Untuk besok kita akan lihat perkembangannya," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) NTB Agung Hartono, saat dihubungi.Hingga kemarin malam , Gunung Api Sangeangapi masih dinyatakan dalam status siaga (level III). Semburan partikel abu vulkanis masih membubung tinggi hingga 3.000 meter. Wilayah Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, yang berjarak sekitar 14 kilometer dari Gunung Api Sangeangapi diselimuti awan gelap dan jarak pandang hanya sekitar 10 meter.Kepala BPBD Kabupaten Bima A Wahab mengungkapkan Bupati Bima H Syafruddin telah menetapkan tanggap darurat selama tujuh hari dengan mendirikan tim posko yang dikomando Dandim Kabupaten Bima.Saat ini seluruh petani dan nelayan yang bermukim sementara di sekitar gunung yang berada di Pulau Sangeangapi itu telah dievakuasi ke rumah mereka di tiga desa, yaitu Desa Sangiang, Oi Toi, dan Sadewa. "Semua sudah dievakuasi langsung ke desa masing-masing. Tidak ada korban jiwa," kata Wahab, kemarNTB Agung Hartono, saat dihubungi.

sumber : Media indonesia

0 comments