Syafrizal: Bersepeda Menuju Istana Negara

kompas musafir
Dharmasraya, BU – Keadaan ekonomi negara yang semakin menyiksa memaksa Syafrizal (38) seorang buruh tani di kabupaten Sijunjung untuk menemui presiden Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara dengan mengendarai sepeda, tujuannya menuntut perubahan kebijakan ekonomi khususnya di Sijunjung yang semakin merugikan rakyat akibat kebijakan pemerintah yang tidak memikirkan nasib rakyat, hasil pertanian yang tidak mencukupi biaya hidup keluarga, sementara harga kebutuhan pokok terus melambung akibat kebijakan pemerintah yang tarik ulur dalam menetapkan kenaikan harga BBM.

Aksi bersepeda menuju Istana Negara dilakukannya untuk menggugah nurani rakyat dan pemerintah, bahwa sebenarnya kondisi ekonomi kerakyatan dalam taraf memprihatinkan, terutama di daerah asalnya sendiri yakni Muaro Sijunjung, upah buruh yang rendah dan harga kebutuhan pokok yang semakin menggila, demikian dijelaskan Syafrizal kepada Bhayangkara Utama saat di temui di pinggir jalan lintas sumatera Sungai Rumbai perbatasan Provinsi Sumbar dengan Jambi ketika beliau sedang istirahat di sebuah warung.

Menuju istana negara dengan mengendarai sepeda dinilai tidak wajar bagi sebagian warga yang di temui Syafrizal di sepanjang perjalanan, namun bagi Syafrizal sendiri bersepeda menuju istana negara merupakan salah satu bentuk metode kampanye yang akan disuarakannya disepanjang jalan, bahwa negara gagal dalam mensejahterakan rakyat, dalam keterangannya pula Syafrizal jika Presiden tidak menyanggupi tuntutannya beliau akan terus mengkampanyekan keadaan ekonomi yang morat marit ini dengan mengendarai sepeda ke seluruh wilayah NKRI.

Dalam keterangannya lebih lanjut Syafrizal mengaku perjalanan panjang mengendarai sepeda menuju Istana negara itu tidak disertai surat jalan dari dinas atau instansi manapun dari kabupaten Sijunjung, meski sebelum berangkat beliau telah mengajukan permohonan surat jalan kepada Bupati dan kepolisian setempat.

“Saya telah sebelas hari bersepeda keliling Sumatera Barat, sebelum berangkat saya telah minta surat jalan ke kantor Bupati Muaro namun tidak di kasih, demikian juga di kepolisian setempat namun begitu saya tetap bertekad untuk bersepeda menemui presiden Susilo Bambang Yudhoyono, rute perjalanan ini sengaja tidak langsung mengikuti jalinsum menuju pulau jawa Jakarta tetapi saya berkeliling dulu ke beberapa kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, dengan maksud menjelaskan kepada setiap orang yang saya temui di perjalanan agar segera sadar dengan nasib bahwa kita harus bangkit mensuarakan keadaan yang semakin rumit ini, kalau bisa air mata rakyat di kampung kami ditampung saya bersedia membawakannya untuk diserahkan kepada presiden ”, jelas Syafrizal.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang finansial selama perjalanan Syafrizal mengaku, bahwa dia tidak membawa uang banyak untuk biaya perjalanan, untuk makan dan kebutuhan lainnya dia peroleh dari orang-orang yang ditemuinya selama dalam perjalanan, demikian juga jika terjadi kerusakan sepeda biaya perbaikan sepeda atas belas kasihan orang-orang yang prihatin kepadanya.

“Saya siap menghadapi segala resiko selama diperjalanan, yang jelas saya harus sampai di Istana negara bertemu presiden dan mengadukan nasib rakyat di kampung, presiden harus melakukan perubahan jika tidak perlahan kami buruh dan petani ini akan mati kelaparan atas kebijakan Negara yang tidak pernah menguntungkan rakyat, ketika sampai di beberapa di beberapa daerah saya juga telah menyampaikan kepada Anggota DPR agar tidak berpangku tangan saja”, ungkap Syafrizal. (KM)

0 comments