Kesaksian Kunci di Kasus Century

kompas musafir
(Ilustrasi)
Setelah bergulir lambat selama empat tahun terakhir, kasus Century mulai memasuki babak baru. Babak itu menjadi bagian menentukan dalam pengusutan dan penuntasan kasus tersebut.

Menentukan, karena dalam babak tersebut, pengadilan mulai menghadirkan aktor-aktor kunci yang kesaksian dan keterangan mereka dapat memengaruhi arah dan penyelesaian selanjutnya dari kasus penggelontoran dana Rp6,7 triliun yang diduga sarat moral hazard itu.

Setelah pekan lalu mendengar kesaksian mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemarin menghadirkan mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai saksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

Dalam persidangan, JK memaparkan kesaksian yang dapat dipergunakan penyidik untuk menyingkap lebih terbuka lagi tabir yang selama ini melingkupi proses pengambilan keputusan dan aktor di balik penggelontoran dana bailout ke Bank Century.

Beberapa hal yang dipaparkan JK, antara lain, bahwa pada 25 November 2008 Boediono yang ketika itu menjabat Gubernur BI dan Sri Mulyani sebagai Menkeu dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan melapor kepada dirinya yang kala itu menjadi pelaksana tugas presiden saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di luar negeri.

''Saya dilapori oleh Sri Mulyani dan Boediono dengan sedikit tergesa, sedikit panik, bahwa Bank Century ditalangi Rp2,7 triliun,'' papar JK dalam persidangan.

Selain mengungkapkan fakta tentang Boediono dan Sri Mulyani yang melaporkan kondisi Bank Century, JK mengungkapkan pendapat tentang kondisi dan situasi ketika Bank Century dilaporkan mendapatkan talangan.

JK, misalnya, mengatakan ketika itu dilaporkan adanya kriminalisasi atas bank tersebut oleh pemilik. JK juga menyatakan bailout Century dilakukan tanpa dasar hukum sebab dasar untuk memberikan jaminan kepada bank saat itu hanya mencapai Rp2 miliar.

Juga dikatakan JK bahwa kondisi perekonomian ketika penggelontoran itu dilakukan berada dalam keadaan baik. Bank Century pun hanyalah bank kecil dengan nilai aktiva 0,7% dari aset bank nasional sehingga dampaknya tidak berarti.

Sesungguhnya yang dikatakan JK dalam persidangan bukanlah keterangan baru. Kesaksian itu selaras dengan yang ada dalam berita acara pemeriksaan saat ia diperiksa penyidik KPK, beberapa waktu lalu. Namun, yang ingin kita tekankan ialah dalam persidangan itu JK kembali menegaskan keputusan menalangi Century hingga Rp6,7 triliun tidak bisa diterima. Ia dengan gamblang pula menyatakan untuk mengungkap aktor di balik penggelontoran itu sangatlah mudah.

''Kalau uang keluar dari BI itu dari treasury, berarti ada perintah dari direktur dan gubernur. Jadi, cari saja siapa yang beri perintah,'' kata JK.

Kita ingin keterangan JK ditindaklanjuti penyidik KPK dan para hakim tipikor di persidangan selanjutnya. Hari ini, pengadilan tipikor dijadwalkan menghadirkan Boediono sebagai saksi.

Kita menghargai kesediaan Boediono memenuhi panggilan pengadilan untuk diperiksa sebagai saksi. Publik lebih menghargai lagi bila ia secara jujur dan terus terang mengungkapkan seluruh fakta dan kebenaran terkait dengan kasus itu. Kita ingin keterangan para saksi kunci di peradilan kasus Century menjadi babak yang menuntaskan.

0 comments