Cumi Saus Padang

Resep yang satu ini salah satu yang Ter-Favorit bagi istriku, bahkan istriku suka tidak sadar kalo dia sendiri yang habiskan. Sebelumnya resep Cumi Saus padang juga sudah di paparkan di blog sebelah, namun tidak lengkap pula rasanya kalo tidak di tuliskan
diblog ini.

Oke kita langsung saja, persiapan.


Bahan Utama:
Cumi segar 1 kg

bumbu Seafood:
3 siung Bawang putih, cincang
10 biji Cabai merah, haluskan
1 buah Bawang bombai, iris tipis
7 butir bawang merah, iris tipis
2 sdm saus tomat
1 sdm saus tiram
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
garam secukupnya
2 sdm saus sambal

Cara membuat:
1. Bersihkan cumi, kantung tinta dan tintanya dibuang, lalu cuci bersih. Setelah itu, lumuri dengan garam dan jeruk nipis,
   diamkan selama 15 menit agar bau amisnya hilang.
2. Bawang bombai, bawang putih dan bawang merah ditumis hingga harum, lalu masukkan cabai giling
3. Tambahkan cumi, aduk rata
4. Tambahkan air sedikit, lalu masak sampai cumi setengah matang
5. Masukkan saus tiram, garam, saus tomat dan saus sambal
6. Masak hingga cumi matang, masukka larutan maizena, lalu aduk rata.
7. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.

kompas musafir



Wisata Akhir Pekan : Candi-Candi Di Dharmasraya

kompas musafir
(Ukiran tanah liat di salah satu peninggalan candi awang maombiak)



Dharmasraya – Candi merupakan salah satu asset paling berharga di dunia, juga dimiliki oleh Provinsi Sumatera Barat salah satunya berada di kabupaten Dharmasraya, candi-candi di Dharmasraya dikelompokan menjadi tiga kelompok, candi Padang Roco di Siluluk, candi Pulau Sawah dan candi Bukik Awang Maombiak di Siguntur, Selain sebagai Detektor sejarah dari peradaban sungai Batang Hari ratusan tahun silam, candi-candi tersebut juga merupakan salah satu tujuan wisata sejarah di Sumatera Barat, menurut data sejarah ketiga kelompok candi tersebut dibangun dari abad ke 7 hingga abad ke 15, ditemukan Arkeolog ada tahun 1985.
kompas musafir
(Salah Seorang wisatawan loka berkunjung ke candi Awang Maombiak)
Untuk sampai ke tiga lokasi candi tersebut butuh sedikit usaha ekstra, akses transportasi menuju kesana bisa di katakan sulit untuk pelancong dari luar, pasalnya disamping tidak ada angkutan umum, pada dua lokasi kelompok candi tersebut yakni lokasu candi Padang Roco dan Candi Pulau sawah untuk akses kesana harus menyeberangi sungai batang hari, jasa perahu penyebrang bisa dikatakan sulit untuk lokasi candi Pulau Sawah, sedangkan untuk candi Padang Roco masih tersedia perahu Phonton, sejenih perahu penyebrang yang bergantung pada seutas kawat ketika membawa muatannya keseberang, ada juga yang memanfaatkan jasa Pau Palayang (Perahu penyebrang) yang ditempeli mesin kecil, diatas Pau Palayang bisa dimuat empat hingga tiga sepeda motor, menuju ketiga lokasi tersebut bisa ditempuh dengan menyewa Ojek.

Dari ketiga kelompok candi yang berada di Dharmasraya tersebut, yang telah dipugar sepenuhnya baru saja satu kelompok candi yakni candi Padang Roco, untuk lokasi candi Bukik Awang Maombiak dan kelompok Candi Pulau Sawah, sama sekali belum dilakukan penggalian atau pemugaran sepenuhnya, sehingga pengunjung yang datang ketiga lokasi candi tersebut masih bisa menemukan bentuk-bentuk sisa galian pertama ketika kelompok candi Bukik Awang Maombiak dan Candi Pulau Sawah pertama kali ditemukan.

kompas musafir
(Foto : Pemandangan di sekitar candi Bukik Awang Maombiak)



Separoh Wilayah Nagari Lubuk Besar Berada Dalam HGU PT.TKA

kompas musafir
(Courtesy image by Dharmasraya Ekspres)
Masyarakat Nagari Lubuk besar pada Hari jumat (17/06) lalu mendapat kunjungan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) LARASITA (Layanan Rakyat Untuk Sertifikat Tanah), kunjugan BPN Larasita tersebut merupakan salah satu bentuk layanan BPN RI untuk membantu masyarakat pedalaman dalam mensertifikatkan tanah milik mereka, namun dalam berjalannya pelayanan tersebut diketahui tanah milik warga hanya seluas tiga hektar, selebihnya di akui pihak BPN yang melakukan pelayanan tersebut bahwa tanah tersebut dalam wilayah HGU PT.TKA (Tidar Kerinci Agung) hal ini mengundang pertanyaan besar bagi warga nagari Lubuk Besar.
Wali nagari Lubuk Besar Burhanudin ketika di temui Dhameks dirumahnya yang sekaligus menjadi kantor wali nagari, mengaku kaget dengan hal yang disampaikan oleh BPN Larasita waktu itu, sebanyak 50 KK (Kepala Keluarga) di lubuk besar hendak melakukan sertifikat tanah pada akhirnya tidak semuanya yang bisa mengurus sertifikatnya, sebab terkendala dengan HGU PT.TKA.
“Bagaimana itu bisa terjadi dan bagaimana kami bisa tidak tahu kalau separoh luas tanah dari kampung kami ternyata berada dalam HGU PT.TKA, sejak kapan pula itu“, jelas Burhanudin.
Lebih lanjut Burhanudin selaku wali nagari menjelaskan, bahwa masalah ini akan segera didudukkan sesegera mungkin dengan ninik mamak, “Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini, dan akan sesegera mungkin akan mendudukan perkara ini dengan ninik mamak, agar segera jelas masalahnya namun demikian kami juga sudah meminta kepada BPN Larasita Untuk meminta kejelasan kepada BPN Pusat tentang tanah rakyat yang masuk kedalam wilayah HGU PT.TKA ini”, jelasnya.


Berkembangnya Ilmu Pengetahuan

kompas musafir
(Courtesy image by fadli private collection)
Ilmu pengetahuan memiliki akar dalam pembelajaran berdasarkan pengalaman. Tentu, pembelajaran seperti ini akan terlihat pada mahluk yang tidak berakal. Seekor Kucing yang dengan sabar menunggu dipintu masuk lubang Tikus, adalah sebuah praktek Ilmiah. Terdapat pola di sini, yang diharapkan akan berulang. (sementara itu, tikus yang berpindah ke lubang lainnya, pun mengikuti jalur ilmiahnya pula).
Kausalitas (mengaitkan sebab dan akibat), Induksi (menarik kesimpulan umum dari hal-hal khusus), dan Ordering (membedakan pola sesaat dan pola yang kekal di alam) masing-masing merupakan dorongan Ilmiah Dasar. Ilmu Pengetahuan adalah pencarian makna Praktis, yaitu penjelasan yang bisa dimanfaatkan. Penjelasan ini telah menjadi dasar Ilmu pengetahuan manusia dari zaman Pra-sejarah hingga abad ke -20.

Ilmu pengetahuan pada abad ke -20 telah mengubah segalanya, akan tetapi kemajuan-kemajuan berarti serupa itu sebenarnya telah terjadi di masa-masa sebelumnya. Salah satunya terjadi kira-kira tahun 2500 SM, ketika Stonehenge didirikan di Inggris dan Piramida besar dibangun di Mesir. Kedua monumen ini menyatukan gagasan Astronomis dan Religius yang kecanggihannya tidak sepenuhnya diketahui hingga abad ini. Penyelidikan mendalam tentang Stonehenge dan Piramida-piramida tersebut mengungkapkan pengetahuan Matamatika yang mengejutkan. Orang-orang yang telah membangun kedua monumen ini telah memahami istilah-istilah praktis yang paling sederhana tentang hubungan antara kedua sisi tegak dengan sisi miring dari segitiga siku-siku yang tertentu (yaitu a2 + b2 = c2 ). Dengan kata lain, mereka telah memahami dasar dari apa yang kita kenal sebagai dalil Phytagoras sekitar 2000 tahun sebelum Phytagoras lahir.

Sumber utama inspirasi Matematis dan Ilmiah, baik bagi orang Mesir kuno maupun Inggris kuno berasal dari langit. Kejadian diatas awan ini dipandang dengan rasa takut. Peristiwa yang terjadi di sana meramalkan baik musim panas maupun bencana. Di sini terdapat aturan, keteraturan, dan kepastian yang kaku.

Hal seperti ini juga telah dipahami pada zaman yang bersamaan di India, Cina, Mesopotamia, Mesir dan juga Amerika. Peradaban-peradaban ini memiliki beberapa kemiripan lain, dan dalam beberapa hal tidak ada kaitannya satu sama lain pada saat itu, yang menunjukan bahwa Astronomi mungkin telah menyediakan semacam pemicu Evolusi. Proses pemicu seperti ini diduga dapat menerangkan banyak “Lompatan” yang tak terjelaskan yang telah terjadi, dan terus terjadi dalam Evolusi yang dimulai dari sel Primitif hingga kecerdasan Lumba-lumba dan Manusia.

Menurut catatan sejarah Ilmu Astronomi muncul sekitar tahun 2500 SM, dan tetap menjadi “Quen of scince” sampai empat Millenium berikutnya. “Lompatan” Evolusioner yang lain bagi manusia terjadi antara abad ke - 6 dan ke - 4 SM. Lompatan ini menjadi saksi kebangkitan Yunani kuno, ajaran Kong hu chu dan Tao yang keduanya didirikan di Cina, dan ajaran Budha yang didirikan di India.

Sejauh ini, yang paling berarti secara intelektual dari pristiwa-peristiwa ini adalah kebangkitan Yunani kuno. Warisan budayanya adalah peradaban Barat. Kebudayaan ini juga menjadi tempat Ilmu Pengetahuan dimulai. Jadi, apa yang terjadi? Ilmu pengetahuan menjadi terpisah dari Agama. Astronomi menanggalkan Astrologi. Akal sehat lebih berpengaruh dari Intuisi. Penjelasan bagaimana dunia menjalankan fungsinya sekarang didukung oleh bukti, bukan Agama, Takhayul, atau Dongeng. Pembuktian seperti itu diperkenalkan dalam matematika. Dalil menggantikan prosedur kebiasaan, aturan dan hukum berasal dari studi tentang Fenomena Alam.

Alasan mengapa Dalil Phytagoras dinamakan demikian adalah karena Phytagoras merupakan orang yang pertama kali membuktikan teori tersebut. Orang Yunani tetap saja percaya kepada Dewa-dewi, tetapi mulai sejak saat itu tindakan Ilahi menjadi tergantung pada batasan-batasan akal budi. (terlepas dari keajaiban, yang hanya mungkin terjadi tanpa pengamatan ilmiah).

Phytagoras bahkan selangkah lebih maju, menurutnya dunia terikat pada perilaku meurut cara matematis. Ia adalah orang pertama yang menyebutkan ini, yang dapat dirunut hingga abad keempat SM, dan kita masih meyakininya, meskipun tidak didasari oleh alasan yang sama dengan Phytagoras, yang percaya bahwa pada akhirnya dunia ini terdiri atas angka-angka. Keyakinan itu mungkin terlihat aneh, atau bahkan gila, itu menurut kita, akan tetapi, alasan ilmiah modern untuk meyakini bahwa segala sesuatu pada akhirnya dapat diterangkan menurut istilah angka, sebenarnya jauh kurang meyakinkan. Ini hanyalah masalah keyakinan yang kita anut saja, tanpa alasan, bukti, atau dukungan kongkret apapun, selain fakta yang kita pilih untuk memandang dunia.

Ketika ilmu pengetahuan gabungan unsur Kausalitas, Induksi dan ordering. Maka muara makna darinya adalah sesuatu yang bisa dimanfaatkan saat ini untuk beberapa waktu kedepan. Berlakukah ketiga unsur itu dalam kehidupan kita? Atau kita hanya sekedar konsumennya saja!.

Rendang Cumi

Kompas Musafir
(sumber foto : resepmakananmu.com)
Kalau sebelumnya kita membahas cara membuat Rendang Daging, bagi sobat yang bosan dengan daging dapat juga membuat Rendang cumi, bahannya mudah, cara membuatnya sebagai berikut:

Bahan:
1 kg cumi segar, ukuran sedang
4 sdm cabe merah giling
7 butir bawang merah
4 siung bawang putih, haluskan
5 butir kemiri
1/2 cm kunyit
1 lembar daun kunyit
1 batang sereh dimemarkan
2 lembar daun jeruk
300 cc santan dari 1 butir kelapa
garam secukupnya

Cara membuat:
1. bersihkan cumi, buang tulang dan tintanya
2. campurkan bumbu yang sudah dihaluskan, daun kunyit, sereh, daun jeruk, dan cumi. masak di atas api kecil, tambahkan santan dan garam 
 3. masak sampai santan meresap atau mengering. Angkat

Rendang Daging

Sekedar mengingatkan jika pada postingan sebelumnya kita sudah membahas resep Ikan Asam Padeh.  Nah untuk kali ini sobat saya akan membagikan resep Rendang Daging. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat rendang bukan hanya dari daging sapi atau pun bagian sapi lainnya tetapi dapat juga menggunakan ikan, cumi, telur bahkan yang vegetarian dapat juga menikmati rendang yang terbuat dari sayuran seperti nangka, ubi dan lain-lain. Untuk kali ini kita akan membuat rendang dengan bahan dasar daging sapi, berikut cara membuatnya:

Bahan:
1 kg daging has dalam
1000 cc santan dari 5 butir kelapa kering yang sedang besarnya.
75 gr cabai merah giling
2 lembar daun salam
1 lembar daun kunyit
5 lembar daun jeruk purut
1 batang serai, geprek

Bumbu halus:
1,5 sdm ketumbar
1/2 sdt jintan
5 buah cengkeh
2 ruas jari kayu manis
7 butir bawang merah
5 siung bawang putih
lengkuas, jahe, kencur, dan kunyit masing-masing satu ruas jari
garam secukupnya

Cara membuat:
1. Cuci daging sampai bersih, rebus sebentar dalam air yang sudah mendidih, angkat dan siram dengan air  dingin, potong-potong melebar dan tipis setebal 1/2 cm.
2. Siapkan wajan, masukkan santan, bumbu halus, cabai giling, daun salam, daun kunyit, daun jeruk, dan serai, aduk sampai rata
3. Masak di atas api kecil (baiknya masak di tungku kayu) sambil terus diaduk-aduk sampai santan mendidih dan tinggal setengahnya. Masukkan potongan daging lalu aduk
4. Masak terus sambil diaduk-aduk sampai santan dan daging mengering serta berminyak dengan warna kecoklatan. Angkat! (lama memasaknya kurang lebih 8 jam)

Kompas Musafir
(sumber foto: rendang-datuakawet.blogspot.com)


Ikan Asam Padeh

Salah satu resep masakan ikan khas Padang lainnya adalah Ikan Asam Padeh, rasanya yang gurih, asam dan pedas dapat menambah selera makan, Caranya kurang lebih sama dengan cara membuat pangek kakap daun pandan, bedanya hanya dari segi kuah, bagi sobat yang belum sempat melihat resep Pangek kakap tersebut silahkan dibaca disini. Berikut cara membuatnya:

 50 ml minyak untuk menumis
2 ekor ikan tongkol, sedang besarnya, potong 3 bagian
1 batang serai, geprek
1 lembar daun jeruk
1 lembar daun salam
1 lembar daun kunyit, yang sedang lebarnya
3 cm lengkuas, geprek
2 biji asam kandis (dapat juga menggunakan asam jawa 2 biji)
garam sesuai selera
500 ml air

Bumbu halus:
20 biji cabe keriting
3 cm jahe
4 siung bawang putih
5 butir bawang merah

Cara membuat:
1. bersihkan ikan, cuci bersih kemudian lumuri garam dan air jeruk nipis
2. tumis bumbu halus, sampai harum kemudian tambahkan air
3. setelah mendidih, masukkan serai, daun jeruk, daun salam, daun kunyit, asam kandis, lengkuas dan ikan
4. masak sampai ikan matang dan bumbu menyerap ke dalam ikan lalu angkat
Hidangkan dengan nasi hangat.
kompas musafir
(sumber foto : omarniode.org)


Kemerdekaan Suku Kubu

kompas musafir
( Foto : Primaha Genta )
Kehidupan orang rimba (Suku Aanak Dalam) kian hari semakin terjepit, persoalan sosial dan kesehatan seakan hantu (Menurut “orang terang”) yang tiada henti-hentinya menakuti kehidupan orang rimba ini, dari sekian soal kehidupan yang lain, terlepas dari kebenaran apakah mereka Marjinal atau di Marjinalkan, orang rimba se-wajibnya menjadi tanggung jawab sebuah Negara yang berdaulat, sebagaimana yang tertuang dalam kitab suci Undang Undang Dasar Negara yang berdaulat itu sendiri. Maka dari itu tidak ada pembenaran (Justifikasi) apapun tentang tindakan yang memusnahkan atau me-marjinalkan kehidupan mereka selaku orang rimba.

Jambi, merupakan provinsi yang paling banyak di dihuni oleh Orang Rimba, dalam Rimba yang tersisa itu melengking ragam tangis suku-suku yang di stempel Primitif from Indonesian ini, secara khusus pula provinsi ini telah menjadi ladang penelitian oleh perusahaan Universitas-universitas dari dalam dan luar negeri. Gelar dan kekayaan intelektual dipertaruhkan demi mendapat label “Peduli Suku Primitif” ataupun yang sejenisnya untuk kepentingan kotak suara, namun yang terjadi Orang Rimba tidak jua mendapat tempat di hati pemangku gelar itu sendiri, pada akhirnya mereka terus berjalan mencari Rimba yang masih layak untuk di huni dalam memenuhi kebutuhan hidup, kasta apa sebenarnya yang sedang dipersiapkan Negara untuk mereka?

Dalam kajian pelaku Akademika Kehidupan Orang Rimba (Suku Anak Dalam) terpecah dalam berbagai kelompok-kelompok kecil, tersebar sepanjang Hutan mulai dari provinsi Riau, Jambi, Sumatera Barat Bengkulu hingga Sumatera Selatan, hampir setiap waktu kelompok-kelompok orang rimba ini menimbulkan persoalan sosial tersendiri bagi masyarakat komunal yang berdampingan hidup dengan mereka, sebagaimana yang sering dilaporkan dalam kajian Akademika, jurnal dan pemberitaan media lainnya, perseteruan sosial itu terjadi pula terhadap kepentingan kelompok kapitalis tertentu yang menjadi motor penggerak ekonomi Negara ini, ketika kita memicingkan matapun masih terdengar kabar tentang berbagai kerusuhan antara orang rimba dengan masyarakat atau pemilik modal akibat setumpak hutan yang ingin dimiliki sang kapitalis.

Berbagai kontek kekinian yang terjadi pada kelompok marjinal ini. Apakah Negara sedang bersunggung-sungguh dengan "kitab suci-nya" sendiri? Wallahualam Bissawaf.

Pangek Kakap daun Pandan


kompas musafir

Kali ini sobat blogger saya akan membagikan resep masakan dengan nama Pangek Kakap Daun Pandan. Pangek itu sama dengan ikan yang dimasak dengan resep asam pedas, cuma bedanya Pangek menggunakan kuah santan sedangkan ikan asam padeh/pedas menggunakan air, resep ini juga bisa sobat temukan di resep urang padang. Berikut bahan-bahannya:

Bahan:
2 ekor kakap merah
10 lembar daun pandan, iris halus
10 buah cabai merah utuh
2 buah belimbing sayur
1 lembar daun kunyit
800 cc santan

Bumbu halus:
10 buah cabai merah
5 siung bawang putih
8 butir bawang merah
1 ruas jahe
2 ruas kunyit

Cara membuat:
1. ikan dibersihkan dan dicuci, perasi dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit agar bau amis hilang
2. campur bumbu halus, santan, dan daun kunyit, rebus sampai mendidih sambil diaduk
3. tambahkan ikan, belimbing sayur, cabe rawit dan daun pandan
4. masak ikan hingga matang
Sajikan dengan nasi hangat.

sumber foto.ikobana.blogspot.com

Pangek Kakap Daun Pandan


Jika sebelumnya kita membahas resep sambal lado, Kali ini sobat blogger saya akan membagikan resep masakan dengan nama Pangek Kakap Daun Pandan. Pangek itu sama dengan ikan yang dimasak dengan resep asam pedas, cuma bedanya Pangek menggunakan kuah santan sedangkan ikan asam padeh/pedas menggunakan air. Berikut bahan-bahannya:

Bahan:
2 ekor kakap merah
10 lembar daun pandan, iris halus
10 buah cabai merah utuh
2 buah belimbing sayur
1 lembar daun kunyit
800 cc santan

Bumbu halus:
10 buah cabai merah
5 siung bawang putih
8 butir bawang merah
1 ruas jahe
2 ruas kunyit

Cara membuat:
1. ikan dibersihkan dan dicuci, perasi dengan air jeruk nipis diamkan selama 10 menit agar bau amis hilang
2. campur bumbu halus, santan, dan daun kunyit, rebus sampai mendidih sambil diaduk
3. tambahkan ikan, belimbing sayur, cabe rawit dan daun pandan
4. masak ikan hingga matang
Sajikan dengan nasi hangat.
kompas musafir
(sumber foto.ikobana.blogspot.com)



Sosis Solo


Kompas musafir

Jumpa lagi sobat bloger..
Jika sebelumnya kita membahas resep masakan padang, sekarang kita sedikit bergerak agak ke timur, sesuai dengan judulnya "Sosis Solo", oke kita langsung saja berikut ilustrasi penampakan dari sosis solo.

Bahan:
isi:
1 sdm margarin untuk menumis
2 btr bawang merah, haluskan
1 siung bawang putih, haluskan
300 gr daging ayam giling
1/2 sdt merica
1 sdt gula pasir
1 sdt garam
1 sdm kaldu ayam bubuk
100 ml santal kental

Kulit:
300 gr tepung terigu
4 butir telur ayam
30 gr margarin, cairkan
1 sdm gula pasir
400 ml santan cair

Cara membuat:
- isi:
1. tumis bawang putih hingga harum, masukan bawang merah lalu ayam giling
2. masukan merica, gula pasir, garam, kaldu bubuk dan santan hinga matang dan mengering, angkat dan sisihkan

- kulit:
1. campur tepung, gula dan telur
2. masukan santan cair sambil diaduk hinga licin,
3. buat dadar
4. isi tiap lembar kulit dengan adonan isi, gulung hingga rapi dan goreng.

Sambal Lado Tomat ala Padang

kompas musafir
Selamat pagi sobat semua, berhubung banyaknya permintaan sobat blogger terhadap resep masakan padang di blog sebelah, kali ini saya coba membuat blog khusus yang membahas khusus tentang "Rahasia" dibalik nikmatnya masakan padang, langsung dari orang asli padang. untuk resep masakan padang lainnya bisa sobat kunjungi di "Resep Masakan Orang Padang".

Oke kita langsung saja.
Pertama siapkan dulu bahan-sebagai berikut.

Bahan :
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 4 siung bawang merah
  • 1 buah tomat merah
  • Teri ukuran besar
  • Petai, di kupas
  • Gula
  • Garam kasar
Pelengkap :
  • Telur dadar
  • Daun singkong rebus
  • Ikan asin kering/ ikan teri.
Cara membuat :
  1. Kukuslah cabai, bawang merah dan tomat selama kurang lebih 5 menit. Setelah cabai, bawang merah dan tomat tampak keriput, angkat dan tiriskan.
  2. Kemudian ulek lah cabai terlebih dahulu hingga setengah halus, gunakan bantuan garam kasar dan gula untuk mempermudah proses mengulek cabai tersebut, setelah cabai setengah halus masukan bawang dan ulek kembali dan terakhir adalah tomat. Hal ini untuk mempermudah sahabat mengulek.
  3. Setelah selesai, sajikan samba lado tomat dalam wadah kecil.
  4. Bakar ikan teri diatas pemanggan hingga kecoklatan.
  5. Campurkan teri dan petai ke dalam samba lado tomat.
  6. Samba lado tomat siap di santap dengan daun singkong rebus, telur dadar dan nasi hangat.
Nah sekarang sudah jadi, sambal lado tomat, hidangan lain yang bisa kita jadikan pelengkap adalah dengan pucuk ubi rebus. mak nyoss..


Sambal Lado Tomat

Selamat pagi sobat semua, berhubung banyaknya permintaan sobat blogger terhadap resep masakan padang di blog sebelah, kali ini saya coba membuat blog khusus yang membahas khusus tentang "Rahasia" dibalik nikmatnya masakan padang, langsung dari dari orang asli padang.

Oke kita langsung saja.
Pertama siapkan dulu bahan-sebagai berikut.

Bahan :
  • 10 buah cabai merah keriting
  • 4 siung bawang merah
  • 1 buah tomat merah
  • Teri ukuran besar
  • Petai, di kupas
  • Gula
  • Garam kasar
Pelengkap :
  • Telur dadar
  • Daun singkong rebus
  • Ikan asin kering/ ikan teri.
Cara membuat :
  1. Kukuslah cabai, bawang merah dan tomat selama kurang lebih 5 menit. Setelah cabai, bawang merah dan tomat tampak keriput, angkat dan tiriskan.
  2. Kemudian ulek lah cabai terlebih dahulu hingga setengah halus, gunakan bantuan garam kasar dan gula untuk mempermudah proses mengulek cabai tersebut, setelah cabai setengah halus masukan bawang dan ulek kembali dan terakhir adalah tomat. Hal ini untuk mempermudah sahabat mengulek.
  3. Setelah selesai, sajikan samba lado tomat dalam wadah kecil.
  4. Bakar ikan teri diatas pemanggan hingga kecoklatan.
  5. Campurkan teri dan petai ke dalam samba lado tomat.
  6. Samba lado tomat siap di santap dengan daun singkong rebus, telur dadar dan nasi hangat.
Nah sekarang sudah jadi, sambal lado tomat, hidangan lain yang bisa kita jadikan pelengkap adalah dengan pucuk ubi rebus. mak nyoss..
kompas musafir
(sumber foto : masaktumis.blogspot.com)


Orang Rimba, dibuai Janji

kompas musafir
Ruang hidup Suku Anak Dalam (SAD) atau dikenal juga dengan orang rimba semakin menyempit, usaha memberikan ruang hidup dalam bentuk kesediaan kawasan hutan terus dilakukan oleh perkumpulan Peduli di Dharmasraya bekerjasama dengan SSS-Pundi Jambi. Dalam jumpa pers bersama sejumlah wartawan Nasional dan perkumpulan peduli di kediaman Bupati Adi Gunawan beberapa waktu lalu, Bupati menjelaskan Negara melalui kementrian koordinator kesejahteraan rakyat menyediakan dana sekitar 2,9 M untuk pelayana kesehatan bagi warga miskin, termasuk bagi komunitas Suku Anak Dalam di Dharmasraya.

Dialog yang terjadi pada bulan Oktober yang lalu tidak membuahkan hasil yang signifikan sesuai dengan yang disampaikan Bupati Dharmasraya, terbukti hingga saat ini tidak satupun gerakan yang dilakukan pemda Dharmasraya terkait persoalan kemiskinan yang melilit kehidupan Suku Anak Dalam, apakah itu soal pendataan ataupun pelayanan kesehatan terhadap Suku Anak Dalam.

Harbi (25) salah seorang anggota perkumpulan Peduli beberapa waktu lalu dalam kegiatan pendampingan pendidikan bagi SAD di hutan Bakur mengatakan, bahwa saat ini Gadih Bungo salah seorang anak dari komunitas Suku Anak Dalam sedang dalam perawatan terkait penyakit TB yang dideritanya, menurutnya kalau bukan mereka yang mendampingi gadih Bungo memeriksa kesehatan tentu akan banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi, dimana persyaratan berupa KTP atau surat keterangan lainnya tersebut tidak pernah dimiliki oleh kelompok SAD.

“Dalam dua bulan terakhir ini kita tidak pernah mendapati petugas kesehatan mendata atau melakukan sesuatu terkait  usaha pemda dalam memberikan layanan kesehatan kepada SAD, apalagi beberapa waktu lalu kami pernah menanyakan kepada salah seorang petugas kesehatan di Puskesmas Koto Besar, bahwasanya mereka tidak mendapatkan anggaran tambahan untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada SAD, apalagi lokasi kediaman SAD sangat jauh dan sulit dijangkau”, jelas Harbi.

Syafrizal: Bersepeda Menuju Istana Negara

kompas musafir
Dharmasraya, BU – Keadaan ekonomi negara yang semakin menyiksa memaksa Syafrizal (38) seorang buruh tani di kabupaten Sijunjung untuk menemui presiden Susilo Bambang Yudhoyono di istana negara dengan mengendarai sepeda, tujuannya menuntut perubahan kebijakan ekonomi khususnya di Sijunjung yang semakin merugikan rakyat akibat kebijakan pemerintah yang tidak memikirkan nasib rakyat, hasil pertanian yang tidak mencukupi biaya hidup keluarga, sementara harga kebutuhan pokok terus melambung akibat kebijakan pemerintah yang tarik ulur dalam menetapkan kenaikan harga BBM.

Aksi bersepeda menuju Istana Negara dilakukannya untuk menggugah nurani rakyat dan pemerintah, bahwa sebenarnya kondisi ekonomi kerakyatan dalam taraf memprihatinkan, terutama di daerah asalnya sendiri yakni Muaro Sijunjung, upah buruh yang rendah dan harga kebutuhan pokok yang semakin menggila, demikian dijelaskan Syafrizal kepada Bhayangkara Utama saat di temui di pinggir jalan lintas sumatera Sungai Rumbai perbatasan Provinsi Sumbar dengan Jambi ketika beliau sedang istirahat di sebuah warung.

Menuju istana negara dengan mengendarai sepeda dinilai tidak wajar bagi sebagian warga yang di temui Syafrizal di sepanjang perjalanan, namun bagi Syafrizal sendiri bersepeda menuju istana negara merupakan salah satu bentuk metode kampanye yang akan disuarakannya disepanjang jalan, bahwa negara gagal dalam mensejahterakan rakyat, dalam keterangannya pula Syafrizal jika Presiden tidak menyanggupi tuntutannya beliau akan terus mengkampanyekan keadaan ekonomi yang morat marit ini dengan mengendarai sepeda ke seluruh wilayah NKRI.

Dalam keterangannya lebih lanjut Syafrizal mengaku perjalanan panjang mengendarai sepeda menuju Istana negara itu tidak disertai surat jalan dari dinas atau instansi manapun dari kabupaten Sijunjung, meski sebelum berangkat beliau telah mengajukan permohonan surat jalan kepada Bupati dan kepolisian setempat.

“Saya telah sebelas hari bersepeda keliling Sumatera Barat, sebelum berangkat saya telah minta surat jalan ke kantor Bupati Muaro namun tidak di kasih, demikian juga di kepolisian setempat namun begitu saya tetap bertekad untuk bersepeda menemui presiden Susilo Bambang Yudhoyono, rute perjalanan ini sengaja tidak langsung mengikuti jalinsum menuju pulau jawa Jakarta tetapi saya berkeliling dulu ke beberapa kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat, dengan maksud menjelaskan kepada setiap orang yang saya temui di perjalanan agar segera sadar dengan nasib bahwa kita harus bangkit mensuarakan keadaan yang semakin rumit ini, kalau bisa air mata rakyat di kampung kami ditampung saya bersedia membawakannya untuk diserahkan kepada presiden ”, jelas Syafrizal.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang finansial selama perjalanan Syafrizal mengaku, bahwa dia tidak membawa uang banyak untuk biaya perjalanan, untuk makan dan kebutuhan lainnya dia peroleh dari orang-orang yang ditemuinya selama dalam perjalanan, demikian juga jika terjadi kerusakan sepeda biaya perbaikan sepeda atas belas kasihan orang-orang yang prihatin kepadanya.

“Saya siap menghadapi segala resiko selama diperjalanan, yang jelas saya harus sampai di Istana negara bertemu presiden dan mengadukan nasib rakyat di kampung, presiden harus melakukan perubahan jika tidak perlahan kami buruh dan petani ini akan mati kelaparan atas kebijakan Negara yang tidak pernah menguntungkan rakyat, ketika sampai di beberapa di beberapa daerah saya juga telah menyampaikan kepada Anggota DPR agar tidak berpangku tangan saja”, ungkap Syafrizal. (KM)

Ungkep Cumi Cabai Hijau


kompas musafir

Jumpa lagi sobat blogger, jika sebelumnya kita membahas resep Kroket Nasi dan Tumis kangkung ala padang, sekarang kita coba bahas resep Ungkep cumi cabai hijau, sekali lagi resep ini juga dari mertua saya, hehe..
Cumi yang dibersihkan tanpa melepas kantung tintanya cukup enak jika dimasak, rasanya lebih gurih, dicampur dengan irisan cabai  hijau, rasanya jauh lebih mantap. Silahkan dicoba berikut resepnya:

Bahan:
500 g cumi-cumi ukuran sedang

Haluskan:
2 siung bawang putih
1 butir bawang merah
1/4 sdt merica butiran
1 sdt garam

Bumbu:
2 sdm minyak sayur
2 butir bawang merah, iris tipis
1 siung bawang putih, iris tipis
2 buah cabai hijau, iris tipis menyerong
2 buah cabai rawit merah,iris kasar

Cara membuat:
1. bersihkan cumi dengan membuang tulang rawannya. Bilas hingga bersih dan tiriskan (dapat juga diperasi dengan air jeruk nipis agar tidak berbau amis)
2. Taruh cumi dalam wajan berikut bumbu halus
3. masak dengan api sedang hingga seluruh air cumi keluar
4. tambahkan air sedikit, tutup wajan dan masak hingga cumi empuk
5. tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu
6. masukkan cabai, aduk hingga layu
7. masukkan ke dalam wajan berisi cumi, aduk rata
8. angkat, sajikan hangat dengan nasi hangat.

sumbe foto: http://us.images.detik.com/content/2013/09/19/1037/cumiungkepctt.jpg

Kroket Nasi


kompas musafir

Anak-anak kadang malas makan nasi, karena itu sebagai orang tua haruslah pintar-pintar mensiasati agar anak-anak tetap mau makan nasi tetapi dengan cara yang berbeda. menu lain seperti Nuget Tahu dan jenis makanan penggugah selera lainnya bisa menjadi pilihan. Nah, berikut salah satu cara agar anak mau makan nasi yaitu Kroket Nasi, selain itu cemilan ini dapat dijadikan bekal anak-anak ke sekolah:
Bahan:
20 g mentega
20 g bawang bombai, cincang halus
50 g daging ayam, cincang halus
50 g wortel, cincang kasar
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdm tepung terigu
250 ml air
150 g nasi putih
1 butir telur ayam
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
1 sdt garam
minyak goreng

Lapisan:
150 g tepung panir/tepung roti
1 butir telur ayam

Cara membuat:
1.  tumis bawang bombai hingga layu
2.  masukkan daging ayam, aduk hingga kaku
3.  tambahkan daun bawang dan wortel, aduk hingga layu
4.  taburi tepung terigu, aduk hingga rata
5.  tuangi air, didihkan, (dapat juga menggunakan susu cair dengan takaran yang sama)
6.  tambahkan merica, pala dan garam
7.  masukkan nasi aduk hingga tercampur rata. Matikan api
8.  tambahkan telur, aduk hingga rata
9.  bentuk adonan menjadi bola-bola berukuran sedang (dapat juga diisi dengan potongan keju)
10. celupkan dalam telur kocok lalu lapisi dengan tepung panir
11. biarkan beberapa saat lalu goreng dalam minyak panas dan banyak
Sajikan hangat.

Sumber foto : http://base.detik.com/static/a/512704abf726cc6de3032640/medium/KroketNasi.jpg

Nuget tahu

kompas musafir
Resep kita selanjutnya adalah tentang tahu, dipadu dengan suasana senja yang sejuk berikut caranya

Bahan:

300 gr tahu putih, haluskan

garam ,merica dan bubuk pala secukupnya

3 butir telur

100 gr ayam giling

70 gr keju parut

2 butir telur

tepung panir secukupnya

cara membuat:

1. campur tahu, garam, merica, bubuk pala, telur, ayam giling, dan keju parut

2. tuang dalam cetakan yang telah diolesi mentega. kukus sampai matang, potong-potong lalu gulingkan ke dalam tepung panir dan telur. goreng.

Kisruh Sunyi Harga BBM

kompas musafir
Ribut, rusuh, bahkan tidak jarang terjadi tindakan mengganggu ketentraman umum manakala, mahasiswa dan demonstran yang mengaku peduli dengan rakyat melakukan aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), seolah-olah perjuangan menolak kenaikan BBM akan selesai di jalanan. Padahal tindakan pemerintah menaikkan harga BBM bukan kali ini saja terjadi, bahkan tahun-tahun sebelumnya Negara juga pernah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM.

Aktivis dan pemerhati nasib rakyat tidak kalah pula ributnya di halaman-halaman opini media nasional dan lokal, Negara kita akan begini dan begitulah kata mereka jika BBM dinaikkan, bagi yang cerdas menyikapi kenaikan BBM sebenarnya sudah sangat telat, bahkan menurut bapak Yusuf Kalla pemerintah sangat telat dalam mengambil keputusan menaikkan harga BBM ini, seperti yang disampaikan Kalla jumat (14/6) lalu setelah kuliah Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Namun satu hal yang bisa kita pastikan emosional konsumtif masyarakat Indonesia tidak akan berubah dengan naiknya harga BBM, artinya berapapun harga BBM, masyarakat khususnya pengguna motor pasti akan membeli karena lebih hemat ketimbang menaiki kendaraan umum ketika hendak bepergian, ini suatu hal yang tidak bisa kita pungkiri.

Ironi sekali Ketika kita disibukkan dengan harga minyak dunia yang semakin menanjak diiringi dengan kenaikan harga BBM, namun disisi lain kita dengan santai menikmati kemanjaan yang disuguhkan jepang dengan aneka teknologi kendaraannya, yang dijual dan beredar diseluruh penjuru Negara Kesatuan Republik Indonesia, sementara itu orang-orang di Negara matahari terbit tersebut lebih senang bersepeda menuju tempat kerja mereka ketimbang mengendarai mobil atau motor buatan mereka sendiri.

Penjualan sepeda motor produksi jepang mendapati rating tertinggi di Negara Indonesia, dengan sendirinya kebutuhan kita akan BBM meningkat, khususnya untuk jenis Solar dan Premium, namun sepertinya kita tidak menyadari prestasi jepang itu salah satu dampak “teror” terhadap rakyat terkait dengan kenaikan harga BBM, dan pemerintah terkesan sepi saja menyikapi dampak penjualan “Kuda dari jepang” tersebut. Lihat saja dimana-mana berjamur dealer-dealer kendaraan buatan jepang, dengan sistim kredit yang “aneh” ribuan unit kendaraan tersebut laris terjual dipasaran setiap harinya, siapa yang menyadari kalau kesuksesan jepang tersebut turut mempengaruhi percepatan penyedotan minyak bumi kita.

Ini baru soal kendaraan, belum lagi jika kita menilik soal permainan “Siluman” dibalik kongkalingkong pendistribusian BBM bersubsidi. Untuk wilayah sumatera misalnya, betapa banyaknya industry pertambangan dan perkebunan, bisa kita hitung saja berapa dari perusahaan tersebut yang betul-betul menggunakan minyak industry, bukan “mencuri” dari BBM bersubsidi. Ratusan unit truck container tiap hari mengangkut hasil industry pertambangan misalnya, tetap saja menggunakan BBM bersubsidi, begitu pula dengan truck pengangkut hasil perkebunan, baik itu truck pengangkut minyak maupun buah mentah, juga menggunakan BBM bersubsidi, alasan klasik para sopir mengatakan bahwa, dari ongkos mereka rugi jika menggunakan BBM industry, sementara itu dalam aturan perundang-undangan setiap pelaku industry pertambangan dan perkebunan wajib menggunakan minyak industry non subsidi. Hal ini jelas turut mempengaruhi pengurangan BBM bersubsidi untuk rakyat, sekali lagi pertamina dan instansi terkait selaku pengawas seakan-akan menutup mata terhadap kenyataan yang terjadi dilapangan terkait pendistribusian BBM bersubsidi.

Energy alternatif atau Bio Green Energy, sebagai cadangan pengganti minyak bumi yang telah terpakai tidak juga terlalu arif dikembangkan, bahkan di berbagai artikel dikatakan mengembangkan energy alternatif itu membutuhkan biaya yang banyak, dan harus melalui sertifikasi internasional yang super ketat, sehingganya Negara terkesan enggan mengeluarkan dana untuk pengembangannya.

Beginilah konsekuansi yang harus kita tanggung sebagai Negara pengkonsumsi BBM, kita tidak memiliki pengaruh politik yang kuat terkait dengan harga minyak dunia, meski Negara kita juga merupakan salah satu produsen minyak dunia, penjabat kita lebih senang berpolitik melawan elite negaranya sendiri ketimbang menjadi negara berpengaruh di dunia internasional.

Lebih menarik lagi akibat telatnya menaikkan harga BBM, Negara mengalami defisit sebesar US$ 1,62 Miliar pada April 2013 lalu, salah satu penyebabnya adalah karena import Migas sebesar 9,5 persen dari harga US$ 3,6 miliar pada bulan Maret lalu menjadi US$ 3,9 miliar pada bulan April, sebagaimana yang disampaikan Menkeu. Artinya Negara kita harus meningkatkan Import Migas dalam mengatasi konsumsi BBM yang semakin tinggi di Negara kita, andaikan harga BBM dinaikkan pada bulan maret lalu tentunya Negara kita tidak mengalami defisit yang luar biasa tersebut, dari yang dikatakan menkeu tersebut kita bisa menilai siapa sebenarnya yang berperan besar menyengsarakan rakyat terkait dengan harga BBM yang rencananya akan dinaikkan tersebut, sementara itu harga minya dunia sudah lama mengalami kenaikan. Sekali lagi penjabat Negara kita bermain api untuk rakyatnya sendiri, bahkan yang cukup mengejutkan seperti yang disampaikan bapak Yusuf Kalla jumat (17/06) setelah kuliah umum di kedokteran UI, subsidi yang diberikan saat ini merupakan hasil dari utang, yang nantinya akan dibayar juga dari subsidi rakyat tersebut.

Bapak-bapak dewan dan elite politik lainnya terlalu sibuk debat cari muka untuk rakyat terkait soal harga BBM, sementara itu Negara kita import Migas juga untuk kebutuhan yang sama, untuk contoh soal yang seperti ini dalam pepatah melayu dikenal dengan istilah “besar pasak daripada tiang”.

Menurut saya, terkait dengan harga BBM ini Negara kita akan begini saja terus menerus pada saat tahun-tahun pergantian periode pemerintahan, debat tidak karuan, berebut mencari muka terhadap rakyat seakan-akan partai “Saya” pahlawan penyelamat ekonomi kerakyatan, sementara kebijakan yang dihasilkannya jauh lebih menyengsarakan ketimbang memberikan kesejahteraan terhadap rakyat.

source foto : republika

Tumis Kangkung Padang


kompas musafir

Untuk resep yang satu ini, saya ambil dari resep yang diajarkan sama Ibu mertua. Sebenarnya memasak tumis kangkung sudahsering saya lakukan yang tentunya dengan resep ala sulawesi. Nah untuk kali ini tidak ada salahnya mencoba resep ala padang. Tau sendiri kan kalau orang padang selalu menomorsatukan rasa, makanya saya bagi untuk teman-teman yang mau.



Bahan:
1 ikat kangkung cina/kangkung cabut, bersihkan, belah batangnya.Cuci dan tiriskan agar airnya berkurang
50 gram tauge, bersihkan akarnya
25 gram ebi/udang halus
lengkuas seukuran setengah ibu jari, keprek
3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu halus:
10 buah cabai merah
2 siung bawang putih
7 buah bawang merah
seiris tipis jahe
garam secukupnya, sesuai selera

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum
2. Masukkan ebi, dan lengkuas, aduk rata
3. Masukkan tauge dan kangkung, aduk rata
4. Balik tauge dan kangkungnya, diamkan sebentar dan angkat, agar kangkungnya tidak terlalu masak.
5. Sajikan dengan nasi hangat.

foto:http://medan.tribunnews.com/2011/09/03/tumis-kangkung-spesial-wong-solo


Cumi Saus Padang


kompas musafir

Bahan Utama:
Cumi segar 1 kg

bumbu Seafood:
3 siung Bawang putih, cincang
10 biji Cabai merah, haluskan 
1 buah Bawang bombai, iris tipis
7 butir bawang merah, iris tipis
2 sdm saus tomat
1 sdm saus tiram
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
garam secukupnya
2 sdm saus sambal

Cara membuat:
1. Bersihkan cumi, kantung tinta dan tintanya dibuang, lalu cuci bersih. Setelah itu, lumuri dengan garam dan jeruk nipis,diamkan selama 15 menit agar bau amisnya hilang.
2. Bawang bombai, bawang putih dan bawang merah ditumis hingga harum, lalu masukkan cabai giling
3. Tambahkan cumi, aduk rata
4. Tambahkan air sedikit, lalu masak sampai cumi setengah matang
5. Masukkan saus tiram, garam, saus tomat dan saus sambal
6. Masak hingga cumi matang, masukka larutan maizena, lalu aduk rata.
7. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat.

Foto:http://www.iphoneogram.com/u/11661816


Kroket Tempe Sayuran

kompas musafir
Yang namanya anak-anak, terkadang sangat sulit untuk makan sayuran, seolah-olah dalam dunia mereka yang namanya sayuran seperti monster yang akan menelan mereka. Oleh karena itu, bagi Bunda perlu mensiasati agar si kecil mau makan sayur sehingga kebutuhan vitaminnya tetap terpenuhi. sayur- sayuran tersebut dapat dirubah bentuknya menjadi makanan yang enak dalam pandangan si kecil. Resep saya kali ini adalah membuat kroket dengan bahan utama tempe dan sayuran  yang pastinya kaya akan protein dan serat.

Bahan:
250 g tempe yang bagus, kukus, potong kasar
100 g daging ayam
1 butir telur ayam
2 sdm tepung terigu
1 sdm kaldu ayam bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1 sdt garam
50 g wortel, serut halus
Minyak goreng

Cara membuat:
Haluskan tempe dan cincang ayam sampai halus, atau dapat juga dengan menggunakan blender
Masukkan bumbu-bumbu dan wortel, blender sebentar
Bentuk adonan menjadi bulat atau bulat panjang
Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kekuningan
Angkat dan tiriskan
Sajikan dengan saus jika suka.


Fokus Group Diskusi Untuk Suku Kubu Dharmasraya

kompas musafir
Dharnasraya, KM – Sekitar lima puluh tahun bahkan lebih Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di sepanjang kawasan hutan kabupaten Dharmasraya kemarin (20/03), mulai dibicarakan perihal statusnya di kabupaten baru tersebut, hal ini memungkinkan kedepannya suku yang “dianggap” primitif ini akan mendapatkan layanan sebagaimana layaknya warga negara Indonesia, yang mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan lainnya, pembicaraan yang terangkum dalam FGD (Focus Group Diskusi) tersebut di fasilitasi oleh perkumpulan Peduli sebagai lembaga yang pertama kali melakukan kegiatan kepedulian terhadap SAD yang ada di kabupaten Dharmasraya.

FGD yang bertemakan “Keberlangsungan Hidup SAD di kabupaten Dharmasraya” ini diikuti oleh beberapa SKPD yang berada di Dharmasraya; Dinas kesehatan berikut bersama perangkat puskesmas Koto Besar, Dinas pendidikan, Dinas perkebunan dan kehutanan, Dinas kependudukan dan catatan sipil, serta perangkat wali Nagari (Desa) yang memiliki keterkaitan secara administrasi dengan wilayah hidup SAD yang ada di Dharmasraya, diantaranya wali nagari Banai (Kecamatan IX Koto) dan wali nagari Bonjol (Kecamatan Koto Besar), unsur lain yang ikut diundang adalah pihak PT.Inhutani IV.

Senada dengan tema diskusi, SAD di Dharmasraya sudah seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak termasuk dalam hal ini pemerintah daerah, hal itu disampaikan salah seorang fasilitator dari perkumpulan Peduli Pandong Spenra pada pembukaan acara,

“Tidak tercatatnya SAD sebagai bagian dari warga negara membuat kehidupan mereka akan semakin terjepit, untuk itu harus ada usaha yang melibatkan masyarakat dan pemerintah agar kelompok-kelompok SAD juga mendapatkan perlakuan sebagai warga negara yang syah”, jelas Pandong Spenra dalam pembukaan acara.

Diskusi yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, berhasil mengumpulkan beberapa point ide yang nantinya akan ditindak lanjuti, ide kongkrit yang dikembangkan dari usulan dinas kependudukan dan catatan sipil yaitu, melakukan pendataan terhadap SAD yang ada di Dharmasraya, hal itu disampaikan oleh Rudy Aldrin selaku kepala bidang pendaftaran penduduk di dinas Capil,

“Sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri nomor 11 tahun 2010 kelompok SAD merupakan bagian dari kelompok sosial budaya yang bersifat lokal dan terpencar, terkait dengan pencatatan penduduk dalam BAB 1 ketentuan umum pasal 1 tersebut juga dijelaskan SKPTI (Surat Keteranga Pengganti Tanda Identitas) adalah identitas sementara yang diberikan kepada penduduk sebagai salah satu syarat penerbitan kartu keluarga”, jelas Rudy. Ketika bagian tersebut dilaksanakan maka singkronisasinya dengan layanan kesehatan akan bisa dilaksanakan, sebab hal utama yang menjadi persoalan tentang kependudukan sudah terjawab, tambah Rudy.

Tradisi Manjalang Mamak Diminang Kabau.

kompas musafir
Dharmasraya – Kendati masa libur lebaran telah berlalu, tidak menurunkan niat petinggi suku di nagari Pulau Mainan, Dharmasraya untuk melakukan kegiatan rutin di penghujung masa lebaran, kegiatan Manjalang Mamak dimana kegiatan ini melibatkan seluruh ninik mamak dan kemenakan.

Jumat (31/08) lalu sekitar seratus orang dari suku Melayu menggelar kegiatan Manjalang Mamak di salah satu rumah di nagari pulau mainan, acara berlangsung dari pukul 14.30 WIB hingga Magrib, disamping para ninik mamak seluruh anak kemenakan juga menghadiri kegiatan tersebut, kegiatan Manjalang Ninik mamak berlangsung dengan meriah, dimana para ninik mamak memberikan nasehat langsung kepada para kemenakan atas tingkah laku mereka yang tidak sesuai dengan adat istiadat.

Sabirin (49) salah seorang ninik mamak suku melayu, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa kesempatan bertatap muka secara langsung dengan anak kemenakan dalam momen tersebut, merupakan kesempatan yang baik untuk memberi tunjuk-ajar kepada anak kemenakan.

“Manjalang Mamak merupakan kegiatan tahunan setelah bulan Ramadhan usai, dalam kesempatan ini para ninik mamak menyampaikan nasehat kepada anak kemenakan, bahkan ada pula yang nasehat itu langsung ditujukan kepada individu, jadi tidak ada yang bersifat pilih kasih disini, yang salah menerima kesalahannya”, ungkap Sabirin.

Setelah selesai semua penyampaian Acara manjalang mamak ditutup dengan bermaaf-maafan kemudian panjat pinang, tampak anak kemenakan dari suku Melayu berpacu memanjat sebatang pinang yang telah di sediakan sebelumnya.

Syafrizal salah seorang ninik mamak suku melayu kepada sumbaronline juga menyampaikan, bahwa kegiatan manjalang mamak ini di kenagarian Pulau Mainan berlangsung untuk semua suku minang yang ada di nagari tersebut.

“Bukan saja suku melayu yang menggelar kegiatan ini, tapi suku minang lain yang berada di kenagarian Pulau Mainan juga melaksanakan kegiatan ini, setelah semua suku selesai melaksanakan kegiatan Manjalang Mamak ini akan di tutup pula dengan perhelatan Nagari, Insya Allah akan dilaksakan dalam bulan Agustus mendatang”, jelas Syafrizal. (ZA)

NASIB 68 SISWA SEKOLAH DASAR 25 SUNGAI RUMBAI

kompas musafir
Pukul Sembilan pagi, halaman sekolah SD 25 Sungai Rumbai diramaikan anak-anak bermain, ada yang bermain sepak bola, berkejaran kesana kemari sebagian lagi berenang di sungai Lubuk Besar, pagi itu hari senin (12/03), dalam disipilin kurikulum seharusnya pada waktu itu anak-anak berada dalam ruang kelas mengikuti materi pelajaran.

Sedang asyik mengamati anak-anak bermain, seorang pemuda datang menghampiri kami, yang dikatehui beliau salah seorang tenaga pengajar di sekolah tersebut, melalui pemuda itu pula kami mendapat keterangan bahwa anak-anak di sekolah itu lebih banyak menghabiskan waktu di halaman sekolah dari pada di dalam kelas.

“Sekolah kami kekurangan tenaga pengajar, pak”, jelas Hamden.

“Berapa total jumlah siswa”,

“untuk tahun ini sekolah memiliki jumlah murid 68 siswa”.

Dialog ringkas itu tidak diperpanjang lagi, kami asyik melihat anak-anak yang sedang bermain bola dihalaman sekolah, diantara siswa laki-laki ada juga siswa perempuan yang ikut mengejar bola, WC yang telah disulap menjadi ruangan tempat belajar beberapa waktu lalu tidak lagi dipergunakan, sebab jumlah siswa SD 25 tidak lagi sebanyak satu tahun yang lalu.

“Menurut bapak, apa yang menyebabkan orang tua tidak lagi mendaftarkan anak-anaknya disekolah ini”,

“Sekolah kami kekurangan guru, disebelah kampung Lubuk Besar ini ada pula sekolah swasta setingkat SD di perkebunan PT.TKA, orang tua dikampung ini lebih banyak yang memasukkan anak-anaknya sekolah itu, daripada disini”.

SD 25 sepertinya mengalami banyak persoalan, disamping jumlah kelas 3 ruangan, jumlah tenaga pengajar juga sekitar lima orang, diantara jumlah itu hanya satu orang yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil), jumlah tenaga pengajar sebanyak itu menurut Hamden tidak mengurangi nilai beban belajar untuk para siswa, namun menjadi kendala ketika pihak sekolah mengajukan permohonan kepada dinas terkait untuk menambah ruang kelas, alasan kongkrit yang menghambat proses itu adalah jumlah siswa yang tidak mencukupi angka seratus.

Sementara itu Konsep yang diatur oleh undang-undang pendidikan nomor 20 tahun 2003, tidak menjelaskan jumlah peserta didik menjadi kendala dalam memenuhi sarana dan prasarana untuk pendidikan.

Penjelasan lain yang diterangkan Hamden, dalam hal pelaksanaan ujian, ketika jumlah peserta didik tidak mencukupi atau dibawah garis seratus, maka pihak sekolah melaksanakan ujian di sekolah terdekat, artinya sekolah itu tidak layak untuk melaksanakan ujian negara karena jumlah muridnya tidak sesuai dengan ketentuan yang sedang dianut dinas pendidikan.

Konsekuensi pendidikan yang demikian sepertinya simpang siur, antara dusun Lubuk Besar dengan sekolah dasar yang berada di lingkungan PT.TKA jarak tempuhnya cukup jauh, disamping itu kondisi jalannya tidak semulus jalan ibukota, apalagi ketika musim hujan, jalanan menjadi sangat sulit untuk dilalui.

Mie Kuah Pedas ala Padang


kompas musafir

Di saat musim hujan, paling asyik menyantap mie yang panas dan pedas. Karena itu, kali ini saya akan membagikan resep sederhana Mie Kuah Pedas. Cara pembuatan dan bahannya pun sangat sederhana. 

Berikut resepnya dan selamat mencoba.

Bahan:
500 g mie (bisa mie kering, mie basah)
750 ml kaldu ayam
1 batang daun bawang diiris kasar
50 g kol, iris kasar
100 g ayam yang telah direbus, suwir kasar
2 batang sawi, iris kasar
1 batang seledri, iris kasar
1 butir telur ayam, kocok
jika ingin kuahnya kental dapat ditambahkan 1 sdm tepung kanji yang telah dilarutkan dengan sedikit air.

Bumbu halus:
2 buah cabai merah keriting
2 buah cabai rawit merah (jika ingin lebih pedas dapat ditambahkan sesuai selera)
2 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sdt merica butiran
1 sdt garam (atau sesuai selera)

Cara membuat:
siram mie dengan air panas lalu tiriskan

Membuat kuah:
1. Tumis bumbu halus hingga wangi
2. Masukkan daun bawang dan tumis hingga layu
3. Tuang kaldu, didihkan. Jika suka manis dapat ditambahkan dengan sedikit kecap manis
4. Masukkan ayam dan sayuran, masak hingga mendidih
5. Masukkan telur kocok, aduk sebentar. Tuang larutan kanji, didihkan hingga kental
6. Masukkan mie, masak sebentar lalu angkat.
7. Taburi bawang goreng jika suka, Sajikan hangat-hangat.


Sate Padang


kompas musafir

Kalian pasti pernah makan sate? apalagi saya, walaupun begitu saya paling malas untuk menulis resepnya, karena bumbunya hanya yang itu-itu saja, bumbu kacang. Akan tetapi ketika pertama kali ke padang saya disuguhkan salah satu masakan khas padang, yaitu sate padang. Awalnya agak ragu karena dari tampilannya, sangat 'lucu', bahasa yang saya gunakan ketika melihat sesuatu yang baru, karena sate ayam padang berbeda dengan sate ayam yang biasanya saya makan, khususnya dari segi saus yang digunakan, kalau selama ini kita kenal sate berbumbu kacang, nah untuk sate padang ini berbeda, tidak menggunakan bumbu kacang sama sekali tetapi saus atau kuahnya dari campuran tepung, silahkan dicoba pasti akan ketagihan karna saya saja yang berlidah sulawesi cocok dengan masakan yang satu ini.

Bahan:
1 kg daging ayam
1,5 L air
1 lembar daun kunyit
2 cm lengkuas, memarkan
4 lembar daun jeruk purut
1 batang serai, memarkan
3 cm asam kandis
1 sendok teh garam
bawang goreng, sebagai taburannya.

Untuk sausnya, Campur rata:
25 gram tepung beras
1 sendok makan tepung sagu

Haluskan:
8 buah cabai keriting
1 sendok teh ketumbar bubuk
1/2 sdt lada
1/4 sdt jinten
6 buah bawang merah
1 sdt kari bubuk
2 cm kunyit
2 cm jahe
2 sdm minyak goreng

Cara membuat:
1. Rebus daging.bumbu halus, daun kunyit, lengkuas, daun jeruk, serai, asam kandis, garam, masak hinga daging empuk. angkat, tiriskan.sisihkan air kaldunya. tusuk dagingnya dan panggang di atas bara api dan diolesi minyak hingga matang.
2. Panaskan air kaldu, tambahkan air 500 ml, didihkan. masukan campuran tepung beras dan sagu, aduk rata dan mengental.
3. Ambil selembar daun pisang yang telah dipotong,sesuaikan dengan lebar piring, letakkan beberapa tusuk sate, kemudian siram dengan kuah sausnya, dan taburi bawang goreng sebagai pelengkap.

Gulai Cumi khas Padang


kompas musafir

Berhubung sekarang saya berdomisili di Padang, banyak teman-teman saya di Sulawesi yang minta resep masakan khas padang. Karena itu, lewat blog ini, saya akan membagikan banyak resep masakan padang, salah satunya adalah gulai (tau kan gulai?). Bagi teman-teman yang belum tau, gulai itu kurang lebih masakan dengan kuah santan.

Ada banyak masakan yang bertema gulai, tergantung dari bahan utama yang dipakai, misalnya gulai ayam, gulai cumi, gulai nangka dan sebagainya. Untuk permulaan, saya akan membagikan resep masakan gulai cumi.

Bahan:

100 gr  Cumi yang sedang besarnya, belah perutnya, lakukan dengan hati-hati agar kantung tintanya                   tidak pecah. Keluarkan kantung tinta dan tulang rawannya
500 ml  santan dari 1 butir kelapa sedang atau 2 butir kelapa kecil
2 batang Petai, jika suka
1 lembar daun kunyit yang sedang besarnya
1 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk purut
1 ruas jari lengkuas, kepret.
1 batang serai, geprek

Bumbu halus:
30 biji Cabe rawit/15 biji cabe keriting merah
5 siung bawang putih
10 butir bawang merah sedang besarnya
1 cm jahe
1 cm kunyit

Cara membuat:
1. Haluskan bumbu-bumbu
2. Masukkan santan ke dalam wajan tanah, atau wajan besi juga bisa.
3. Masukkan bumbu halus serta daun kunyit, daun salam, serai, daun jeruk dan lengkuas
4. Masak hingga mendidih, kemudian masukkan cumi dan petai
5. Masak sampai air santannya berkurang atau kuahnya mengeluarkan minyak
6. Sajikan dengan nasi panas

Mudah bukan? tidak perlu membayar mahal untuk menikmati makanan padang ini. Bahkan dari resep ini anda dapat mengkreasikannya dengan bahan lain seperti nangka, ayam dan lain-lain, karena resepnya kurang lebih sama. Selamat mencoba!

Kesaksian Kunci di Kasus Century

kompas musafir
(Ilustrasi)
Setelah bergulir lambat selama empat tahun terakhir, kasus Century mulai memasuki babak baru. Babak itu menjadi bagian menentukan dalam pengusutan dan penuntasan kasus tersebut.

Menentukan, karena dalam babak tersebut, pengadilan mulai menghadirkan aktor-aktor kunci yang kesaksian dan keterangan mereka dapat memengaruhi arah dan penyelesaian selanjutnya dari kasus penggelontoran dana Rp6,7 triliun yang diduga sarat moral hazard itu.

Setelah pekan lalu mendengar kesaksian mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta kemarin menghadirkan mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai saksi untuk terdakwa mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

Dalam persidangan, JK memaparkan kesaksian yang dapat dipergunakan penyidik untuk menyingkap lebih terbuka lagi tabir yang selama ini melingkupi proses pengambilan keputusan dan aktor di balik penggelontoran dana bailout ke Bank Century.

Beberapa hal yang dipaparkan JK, antara lain, bahwa pada 25 November 2008 Boediono yang ketika itu menjabat Gubernur BI dan Sri Mulyani sebagai Menkeu dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan melapor kepada dirinya yang kala itu menjadi pelaksana tugas presiden saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di luar negeri.

''Saya dilapori oleh Sri Mulyani dan Boediono dengan sedikit tergesa, sedikit panik, bahwa Bank Century ditalangi Rp2,7 triliun,'' papar JK dalam persidangan.

Selain mengungkapkan fakta tentang Boediono dan Sri Mulyani yang melaporkan kondisi Bank Century, JK mengungkapkan pendapat tentang kondisi dan situasi ketika Bank Century dilaporkan mendapatkan talangan.

JK, misalnya, mengatakan ketika itu dilaporkan adanya kriminalisasi atas bank tersebut oleh pemilik. JK juga menyatakan bailout Century dilakukan tanpa dasar hukum sebab dasar untuk memberikan jaminan kepada bank saat itu hanya mencapai Rp2 miliar.

Juga dikatakan JK bahwa kondisi perekonomian ketika penggelontoran itu dilakukan berada dalam keadaan baik. Bank Century pun hanyalah bank kecil dengan nilai aktiva 0,7% dari aset bank nasional sehingga dampaknya tidak berarti.

Sesungguhnya yang dikatakan JK dalam persidangan bukanlah keterangan baru. Kesaksian itu selaras dengan yang ada dalam berita acara pemeriksaan saat ia diperiksa penyidik KPK, beberapa waktu lalu. Namun, yang ingin kita tekankan ialah dalam persidangan itu JK kembali menegaskan keputusan menalangi Century hingga Rp6,7 triliun tidak bisa diterima. Ia dengan gamblang pula menyatakan untuk mengungkap aktor di balik penggelontoran itu sangatlah mudah.

''Kalau uang keluar dari BI itu dari treasury, berarti ada perintah dari direktur dan gubernur. Jadi, cari saja siapa yang beri perintah,'' kata JK.

Kita ingin keterangan JK ditindaklanjuti penyidik KPK dan para hakim tipikor di persidangan selanjutnya. Hari ini, pengadilan tipikor dijadwalkan menghadirkan Boediono sebagai saksi.

Kita menghargai kesediaan Boediono memenuhi panggilan pengadilan untuk diperiksa sebagai saksi. Publik lebih menghargai lagi bila ia secara jujur dan terus terang mengungkapkan seluruh fakta dan kebenaran terkait dengan kasus itu. Kita ingin keterangan para saksi kunci di peradilan kasus Century menjadi babak yang menuntaskan.

Spionase di Rumah Peduli

kompas musafir
(Ilustrasi)

Orang-orang dari berbagai penjuru kampung biasanya datang kerumah itu, tidak kutahu pasti kapan mulanya rumah itu menjadi persinggahan atau tempat pengaduan banyak orang, tetangga sekitarku menamakan rumah itu rumah peduli, karena aku orang baru dikomplek ini aku ikut-ikutan menamakannya rumah peduli, orang-orang yang bertemu denganku juga menamakan rumah itu rumah peduli, aku lihat bermacam model orang yang datang kerumah peduli dan kebanyakan mereka datang dengan air muka yang datar.

Depan rumah peduli ada sebuah bangku panjang, kala hari menjelang senja biasanya bangku itu ramai diduduki anak-anak muda, rerata dari mereka mahasiswa, namun banyak pula pemuda-pemuda yang tinggal disekitaran komplek rumah peduli, dibalik cahaya senja yang merah terdengar tawa canda mereka sedang bergurau-senda, hal yang paling jarang aku jumpai kala para mahasiswa dan pemuda itu berkumpul di bangku panjang adalah perempuan, sering kuperhatikan jika mereka berkumpul, ramai sekali tampaknya rumah peduli, dari kabar yang kudengar rumah peduli itu disediakan atas kemurahan hati seorang pak Guru, ada orang yang bermurah hati menyediakan tempat berkumpul untuk para generasi muda seperti di rumah peduli pada zaman nan serba kapilatis sekarang ini merupakan suatu yang langka, semoga pak Guru itu dimurahkan rezekinya oleh Allah SWT.

Suatu kali aku menemani seorang kawan kerumah peduli, sebut saja namanya Toni, keluarga toni sedang berselisih paham dengan kerabat jauhnya soal kepemilikan tanah, demi menjaga privasi aku tidak turut mendengar persoalan yang tengah dituturkan Toni kepada salah seorang anak muda di rumah peduli, aku sendiri juga tidak mengenal anak muda yang menangani keluhan Toni, selesai kunjungan Toni bercerita padaku bahwa anak-anak muda yang berkumpul di rumah peduli akan ikut menjadi penengah dalam persoalannya, sampai persoalan kepemilikan tanah tersebut selesai dengan bijaksana.

Kalau tidak dengan Toni kawanku itu aku tidak berani mendekati rumah peduli, aku merasakan sesuatu yang aneh dan sulit untuk kubahasakan, jadilah aku pengamat rumah peduli dari jauh saja. Di dinding depan rumah peduli ada sebuah lukisan, bentuknya seperti hati dengan motif berjabat tangan retak, pandanganku yang belum begitu luas kurang bisa menangkap maksud yang disampaikan lukisan berupa logo tersebut, kunikmati saja lukisan itu sebagai suatu karya seni.

Pagi itu hari kamis, gerimis turun cukup lama, sebelum berangkat dinas sembari menunggu gerimis reda, aku menyeruput secangkir kopi sambil terus pandangi rumah peduli, hal yang tidak bisa kupungkiri entah mengapa setiap aku duduk di teras depan rumah kepala dan mataku selalu menoleh kerumah peduli, dalam keasikanku memandang tiba-tiba empat buah sepeda motor memasuki halaman rumah peduli, pengendara motor kali ini lebih aneh lagi menurutku, pakaian mereka tampak kumal dan tidak terurus, tiap motor dinaiki dua orang, mereka tidak memakai alas kaki, masing-masing penumpang aku lihat menyandang senapan laras panjang, bermacam kalimat mulai bermain dibenakku, terlebih ketika melihat senapan laras panjang yang disandang orang-orang kumal tadi, kupantau terus pergerakan orang-orang kumal itu, tampak pula disetiap sepeda motor itu bungkusan berbalut kain, entah apa isinya, rasa penasaranku menjadi-jadi, ingin aku melihat dari dekat tapi takut pula melihat tampang orang-orang kumal itu, kubungkam saja rasa keingintahuanku.

Belum habis kopi pagiku, tak lama kemudian Nissan March dan opel blazer memasuki halaman rumah peduli, semakin menarik, kontras sekali aku melihat tamu-tamu yang datang kerumah peduli pagi itu, karena aku tak berani melihat dari dekat apalagi memasuki rumah peduli, jadilah angan-anganku menerawang bercerita tentang sekelompok orang kumal dan beberapa orang berpakaian rapi yang menjadi tamu dirumah peduli pagi itu. Apa yang sedang dilakukan orang-orang itu, dimana duduknya orang-orang berpakaian rapi itu, dimana pula duduknya sekelompok orang-orang kumal tadi, apakah orang-orang berpakaian rapi itu tidak jijik satu ruangan dengan orang-orang berpakaian lusuh dan kumal itu, bermacam kalimat bertabur dibenakku, hingga dering telepon dari komandan menghentikan angan-anganku, setelah mendapat dua patah kata yang tidak sedap dari komandan aku langsung meluncur dengan sepeda motor tanpa memikirkan lagi gerimis yang sedang turun.

Tiba dikantor sekitar pukul sembilan lewat tiga puluh, rupanya komandan sudah menanti di pintu gerbang, setelah memberi hormat aku diperintahkan naik turun duaratus kali, berkeringat juga akhirnya dipagi nan gerimis itu, perintah komandan tidak cukup sampai disitu saja selesai turun naik duaratus kali aku diperintahkan jalan jongkok sampai ke gardu piket, karena itu perintah harus aku lakukan meski harus menanggung muka merah dihadapan junior-juniorku.

Sore itu aku pulang bareng Toni, pemikiranku tentang tamu-tamu dirumah peduli pagi tadi tidak juga hilang, terutama orang-orang yang berpakaian kumal dan menyandang senapan dipundaknya, tak tahan akhirnya kutanyakan ke Toni, siapa orang-orang berpakaian kumal itu, bagaimana pula mereka bisa begitu leluasa menyandang senapan, semantara mereka bukan aparat keamanan seperti kami, dalam perjalanan pulang Toni menjelaskan panjang lebar tentang orang-orang kumal itu.

“Orang-orang kumal, tidak memakai alas kaki  dan menyandang senapan laras panjang itu adalah orang kubu, orang minang disini menamakan mereka dengan sebutan orang kubu, hidup terpencil dihutan, kalau di Jambi mereka di sebut juga orang rimba, orang kubu, atau suku anak dalam, mereka hidup dan menggantung kehidupan mereka sepenuhnya dari hasil hutan, mereka tidak mengenyam pendidikan resmi seperti orang luar kebanyakan, bahkan orang kubu itu cenderung terdikriminasi oleh orang kampung, atas dasar itu pulalah sulit untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang aturan penggunaan senjata atau tentang aturan lainnya yang telah di tetapkan negara”.

“Lalu apa hubungan mereka dengan anak-anak muda di rumah peduli itu?”

“Kalau itu saya juga kurang tau banyak, tapi biasanya tiap minggu orang-orang kubu itu sering berkunjung, saya juga sering melihat anak-anak muda di rumah peduli itu mengantarkan orang-orang itu berobat ke puskesmas atau ke rumah sakit, kelihatannya mereka tulus dan akrab berhubungan dengan orang kubu, padahal tidak banyak orang-orang kampung disini tidak mau berhubungan dengan orang kubu, jangankan berkawan mendekati mereka saja orang kebanyakan jijik karena mereka bau, tapi faktanya anak-anak muda itu nyaman-nyaman aja kelihatannya”, terang Toni.

“Oh iya.. aku juga pernah mendengar sedikit cerita tentang orang kubu atau orang rimba itu”.

Cerita Toni dalam perjalanan pulang kami sedikit menambah pemahamanku tentang anak-anak muda yang suka berkumpul di rumah peduli, harus aku akui mereka berbeda dari anak-anak muda kebanyakan, jadinya aku merasa iri juga, mereka diusia yang cukup muda sudi menyisakan waktu berbuat kebaikan untuk sekelompok suku terpencil, kadang aku berfikir tugas tambahan yang diberikan komandan padaku tentang anak-anak muda itu terlalu berlebihan, toh mereka hanyalah anak-anak muda yang membaktikan diri menolong sekelompok orang yang sering mendapat perlakuan diskriminatif dari orang luar.

Hampir saja aku lupa, oh ya, namaku Abdullah Surbekti, aku baru pindah tugas ke kabupaten ini, mohon doa restunya semoga aku diberikan kekuatan dalam melaksanakan tugas negara, melayani masyarakat dan memperjuangkan keadilan, meski doa seperti itu saat ini sulit ditujukan kepada institusi kami, tapi percayalah tidak semua padi yang disemai itu menghasilkan bulir hampa, masih ada benih-benih kebaikan dalam nurani kami yang terdalam.


Catatan seorang pengabdi Negara.

Sekolah itu Candu

kompas musafir
"Sekolah itu candu", pernah di Tulis oleh Roem Topatimasang, menurut beritanya buku itu pernah di larang beredar di Orde baru, konon isinya mampu merobah cara pandang seseorang tentang dunia pendidikan, benar atau tidak hanya pembaca yang bisa menilai sendiri, sungguhpun begitu buku itu layak untuk kita jadikan sebagai renungan, masih pantaskah sekolah mengakui dirinya sebagai peran tunggal dalam mencerdaskan manusia, demikian pembukaan dari buku yang di tulis oleh bapak Roem Topatimasang itu, saya sendiri pernah membaca buku itu. kesenjangan sosial yang terjadi di kala itu membuat Roem tergugah untuk menyapa masyarakat, tokoh pendidikan dan penguasa itu sendiri.

sepertinya perlu kita memilah pengertian sekolah dan aksi dari makna kata sekolah. Tidak mudah memang mendidik orang, pemuaian makna sekolah dari Tipologinya membuat semua negara di atas Bumi ini perlu mengatur orang-orang yang pantas Pintar dengan selembar kertas ijazah keluaran sekolah. Lembar ijazah seperti kertas mantra yang siap digunakan untuk mengusir kebodohan dan kemiskinan. Dahulunya orang-orang Yunani menggunakan waktu luang mereka pergi ke tempat siapa saja yang di anggap cerdas di masa itu, dari SKHOLE (waktu luang) takdir dan alam semesta merubahnya menjadi kertas-kertas tebal nan wajib di telan anak-anak dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, siklus terus berlanjut. gaji dari hasil kerja di ukur dari ijazah juga, tak soal apakah ijazah itu berisi nilai-nilai yang jujur atau nilai hasil contekan.

Pada masyarakat kita sendiri, beragam pandang ditukilkan orang tua tentang apa itu sekolah, mulai dari "agar anaknya pintar, dapat kerja di kantor, dapat jodoh yang pintar, dan lain sebagainya", Umpan balik dari proses sekolah tentu saja tidak sepenuhnya lancar, sebanyak yang pintar sebanyak itu pula yang bodoh, "lah gimana maksudnya ini!!", proses metamerfosa "SKHOLE" mengharuskan ada anak yang pintar dan ada anak yang bodoh, seperti kelas unggul misalnya. "gimana toh mas!! Kan udah di sekolahin kok masih BODOH juga", seperti Sunnatullah alam semesta berpasang-pasangan,  pintar-bodoh! Hehe..

Tidak adil juga kiranya kesalahan mendidik itu di voniskan untuk para Guru (semoga Allah memberkatimu Guruku), perbanyaklah berkaca seperti apa cara yang di pakai dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, pelatihan dan perbuatan. Dalam menetapkan masalah ujian saja kita kerepotan, masalah sumberdaya yang di perlukan demi menunjang lancarnya proses belajar-mengajar itu sendiri, belum lagi termasuk gaji Guru.

Akhir-akhir ini ada penambahan kosakata baru "sertifikasi", Guru sertifikasi, "hah!! ada Strata pula ternyata untuk membuat seseorang cerdas!

Orang tua yang menyerahkan anak-anak mereka ke sekolah sebenarnya beragam motivasinya, terlepas dari motivasi apapun itu, menurut saya orang tua kunci utama cerdas atau bodohnya seorang anak, bahkan cacat genetika pada anak belumlah bisa kita stratakan dia di kelas Bodoh, pengetahuan manusia masih terbatas untuk menghakimi isi otak seseorang, menurut saya pak Roem menyapa kita semua agar memandang sekolah yang pada hakikatnya mendidik, dengan makna yang lebih santun menurut sifat alamiah kita sebagai manusia yang Di Beri Akal, memanusiakan manusia. Tak ada sesungguhnya batas seseorang untuk tidak mendapat kesempatan mencari sesuatu yang ingin dia ketahui dengan fasilitas yang baik, sepanjang dia masih bernafas selama dia masih punya keinginan, kesombongan KURIKULUM telah menyembelih mimpi putra-putri pertiwi, sebab waktu lebih banyak di sita oleh sinetron KBK, sila dan pasal, wajarlah mereka miskin dari cara menanam benih budi pekerti, mungkin sebab itu pula sehingganya UAN menjelma menjadi HANTU baru.

Kita tiada akan runut itu satu persatu, bercermin lalu membenahi dandanan semestinya akan meminimalisir resiko kebodohan itu. Terhadap pak Roem Topatimasang sendiri jujur saya nyatakan sekolah itu tidak candu, kebodohan kita yang telah men-Dewa-kan sekolah, membuat sekolah itu menjadi candu. hampir di setiap negeri terdapat orang-orang cerdas yang boleh kita bawakan sebungkus kopi segenggam gula di waktu luangnya, untuk kita teguk kepandaiannya lalu menjadikannya ilmu baru, bedanya dengan sekolah jelas disitu tidak ada UAN yang telah menjelma menjadi HANTU, fasilitas perbaikan untuk setiap mata pelajaran berlaku seumur hidup, tanpa dikekang limit semester. sekolah juga tempat anak-anak bermain, berlari berkejaran menangis dan tertawa, sekolah juga tempat "pembuangan anak-anak" yang dianggap nakal oleh orang tuanya, jelas tidak ada candu disini!