Suku kubu ikut pemilu

kompas musafir

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Dharmasraya, SAD (Suku Anak Dalam) yang hidup dan menetap di wilayah sekitar hutan kabupaten dharmasraya, memenuhi hak pilih dalam pemilihan calon legislatif. dari pantauan dilapangan sekitar 30 orang komunitas Suku Anak dalam (SAD) memenuhi TPS 9, berlokasi di kecamatan IX koto kenagarian Banai, rombongan suku anak dalam yang diketuai oleh bapak penyiram bersama istri dan anak-anaknya datang ke lokasi TPS sekitar pukul 11.00 WIB, lokasi TPS disesuaikan sedemikian rupa oleh PPS sehingga TPS 9 khusus untuk komunitas suku anak dalam diadakan di pinggiran hutan yang mudah diakses oleh komunitas suku anak dalam, dari 30 orang rombongan suku anak dalam hanya sebanyak 16 orang yang berhak melakukan pemilihan, mereka tersebut adalah pria dewasa dan perempuan dewasa.

Usup (40) ketika ditanya tentang proses pemilihan ini, mengaku ini adalah pertama kalinya mereka dari komunitas suku anak dalam melakukan pencoblosan dalam pemilihan umum, kesulitan yang dihadapi yusup dalam melakukan pemilihan karena dia tidak tahu membaca, dalam keterbatasan tersebut rombongan suku anak dalam tetap percaya diri dalam menentukan pilihannya.

''Ini pertama kalinya kami dari "orang dalam" memilih dalam pemilihan kegiatan pemilihan umum, harapan kami ini adalah percobaan mudah-mudahan untuk maso yang akan datang kami diberi kesempatan lagi untuk melakukan pemilihan umum'', jelas Usup.

Bupati Dharmasraya Adi gunawan berkesempatan menyaksikan proses pemilihan oleh komunitas suku anak dalam, merasa bangga untuk pertama kalinya dalam sejarah demokrasi nasional di kabupaten dharmasraya komunitas suku terpencil "suku anak dalam" mendapat hak pilih, beginilah seharusnya demokrasi, kata Adi gunawan, tidak hanya untuk masyarakat yang dikenal sudah memiliki peradaban, demokrasi juga harus dirasakan oleh orang-orang pedalaman yang notabenenya hidup sederhana dan sepenuhnya bergantung hidup pada hasil hutan.

"Ini adalah TPS khusus untuk komunitas suku anak dalam, untuk kedepan secara bertahap kita akan terus lakukan pembinaan terhadap suku anak dalam, bagi saya ini sesuatu yang luar biasa yang dilakukan komunitas suku anak dalam, kita tahu hingga kini mereka hidup nomaden dan pada kesempatan ini mereka bersedia melakukan salah satu dari bagian demokrasi, yaitu menentukan pilihan mereka dalam pemilihan umum, untuk pemilihan berikutnya mereka juga akan diikut sertakan, pokoknya ini adalah sesuatu yang positif dari pendampingan yang kita lakukan selama ini", Ungkap Adi gunawan.

Karena hampir semua pemilih dari suku anak dalam kesulitan dalam membaca, terlihat panitia pemungutan suara agak sedikit kerepotan dalam membimbing mereka, seperti bagaimana cara menusukan paku di kertas suara, kemudian memasukan surat suara sesuai dengan nama kotak suara. Meski agak kesulitan terlihat panitia TPS dengan sabar membimbing rombongan suku anak dalam satu persatu dalam proses pemilihan.

Seluruh proses pemungutan suara khusus untuk komunitas suku anak dalam tersebut berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, masyarakat disekitar nagari Banai juga ikut antusias, terlihat cukup ramai juga masyarakat menyaksikan ''suku anak dalam'' menentukan pilihan dalam pemilihan calon legislatif tersebut.

0 comments