Pasca Kebrutalan Aparat Kepolisian, di Aur Jaya, Dharmasraya


kompas musafirPasca penyanderaan dan pemukulan yang dilakukan warga Sitiung V jorong Aur Jaya beberapa waktu lalu, membuahkan Trauma yang sangat mendalam bagi anak-anak usia lima hingga belasan, bahkan sudarmi salah seorang warga Jorong Aur Jaya kepada penulis menuturkan dirinya tidak pernah melihat Polisi sebrutal itu kepada Masyarakat apalagi dalam jumlah yang banyak, "Sepertinya kami ini anjing yang semaunya dipukul dan diinjak-injak", tutur sudarmi.

Minggu itu ketika Sore menjelang senja, sekitar pukul 15.30 WIB warga jorong Aur jaya sedang menikmati pergantian hari, Suryadi berkeliling sambil meambin anak digendongan, ada pula bapak-bapak sambil "Leyeh-leyeh" dikantong tidur, anak-anak TPA saling berkejaran menuju Mesjid, Puzle kebahagian Sore itu tidak berlangsung lama, dua puluh unit kendaraan aparat kepolisian lengkap dengan Baracuda dan lima ratus pasukan bersenjata lengkap mengepung perkampungan Aur Jaya dari sisi Timur dan Barat.

Letusan senjata terdengar dari segala penjuru kampung, Siapapun yang berjenis kelamin laki-laki remaja dan dewasa digiring paksa oleh aparat kedalam truck, termasuk Suryadi yang tadinya membawa balitanya keliling kampung dengan sepeda motor, tidak itu saja, aparat melakukan penggeberekan hingga ke bilik-bilik rumah penduduk, menyeret paksa siapapun laki-laki remaja dan dewasa yang ditemukannya, disalah satu rumah aparat kepolisian bertindak lebih anarkis lagi, satu unit mobil Strada, sepeda motor Kanzen dan Jupiter MX, dibawa aparat ke Mapolres Dharmaraya tanpa tuduhan yang jelas.
Sore yang menyeramkan di Jorong Aur Jaya waktu itu, seluruh warga berlarian mendengar letusan senjata dimana-mana, ibu-ibu dan anak-anak menjerit ketakutan, beberapa laki-laki yang masih berada dikebun juga lari masuk ke hutan-hutan disekitar perkampungan, bahkan hingga tulisan ini dirangkai masih banyak laki-laki yang tidak kembali kerumah. Media lokal setempat menamakan peristiwa sore itu dengan “Sweeping Warga”.
Berbeda dengan pendapat Ibu-ibu jorong Aur Jaya, mereka menamakan peristiwa sore itu dengan penculikan, betapa brutalnya aparat kepolisian memperlakukan warga, ada yang diinjak-injak dan dipukuli didepan anak istri mereka, bahkan yang berada di jalanan juga di hantam seperti memperlakukan binatang, demikian kata Sudarmi. Hasil “Sweeping warga” hari minggu sore itu sekitar 70 orang laki-laki di giring ke Mapolres Dharmasraya oleh lima ratus Gabungan aparat kepolisian dari Polda Sumbar.
Senin, ketika penulis dan tim memasuki perkampungan Aur Jaya, suasana sepi, rumah-rumah tertutup rapat, hanya sesekali terlihat ibu-ibu yang muncuri pandang di balik tirai jendela, tidak satupun penulis menemukan laki-laki di perkampungan Aur Jaya, anak-anak lari bersembunyi melihat kendaraan kami datang. Erni (23) sambil menggendong anaknya yang baru berusia 5 Bulan dalam kesempatan wawancara dengan penulis sambil terisak-isak mengatakan, “Suami saya tidak bersalah, pak, tolong kembalikan suami saya, pak, siapa lagi yang akan mencari makan untuk anak-anak saya, pak, kalau tidak bekerja tiap hari kami tidak makan, pak”, Rintihnya.
Semua ibu-ibu di jorong Aur Jaya kehilangan suami, bahkan setelah pemulangan warga sebanyak 49 orang yang ditahan tanpa sebab oleh kepolisian, masih banyak juga laki-laki lain yang belum pulang menemui istri dan anak-anaknya. Begitu Brutalnya kelakuan aparat kepolisian pada Minggu sore itu sehingga menyisakan trauma bagi ibu-ibu dan anak-anak di daerah transmigrasi kenagarian Koto Padang jorong Aur Jaya.

0 comments