Mi Pedas Gulung

kompas musafir
Khusus untuk kuliner yang satu ini saya sendiri sangat menyukai bentuknya, apalagi kalau disajikan ketika suasana mendung atau hujan, lebih menambah selera.
Mari kita siapkan bahan-bahannya ; Minyak untuk menggoreng, 100 g udang kupas, dicincang, 4 sendok makan saus sambal, 100 g mi telur, seduh dengan air panas, setengah sendok tea garam, 1 butir telur, 12 butir kulit lumpia, 1 butir putih telur, untuk perekat.
Kemudian yang perlu kita persiapkan Bumbu halus ; 2 siung bawang putih, diiris tipis, 3 buah bawang merah, diiris tipis, 2 buah cabai merah, dihaluskan.
Berikutnya kita siapkan Saus cuka dengan bahan-bahan sebagai berikut ; 3 siung bawang putih, dicincang, 3 buah cabai merah, dihaluskan, 5 sendokmakan saus cabai, 1 sendok tea garam, 1 sendok makan kecap ikan, 1 sendok makan gula pasir.
Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan udang sambil diaduk hingga berubah warna
2. Masukkan saus sambal, mi telur, garam, dan telur, aduk hingga berbutir-butir
3. Ambil selembar kulit lumpia, sendokkan tumisan mi, gulung dan rekatkan dengan putih telur lalu goring hingga kecoklatan, sisihkan
4. Saus cuka, rebus semua bahan di atas api kecil sampai agak kental, angkat dan dinginkan
5. Hidangkan mi pedas gulung dengan saus cuka.
Mi pedas gulung siap di santap dalam suasana mendung dan hujan.
(resep Erwin kuditawati)

Chicken Teriyaki

kompas musafir
Dari sekian banyak resep masakan menurut saya Chiken Teriyaki yang tersulit untuk mendapatkan bahan resepnya, tapi bagi anda yang berdomisili di kota-kota besar tentu saja hal ini bisa diatasi.
Berikut Bahan-bahan yang kita butuhkan ; 150 g paha ayam fillet, 1 ml shoyu, 15 ml teriyaki sauce cair, 10 ml teriyaki sauce kental.
Untuk Pelengkapnya ; 55 g mix salad, 20 ml thousand island sauce, 58 g mashed potato, 40 sphagetti, 3 g garlic chips, 1 g peterseli, 150 g nasi hangat, 1 porsi tomago soup.
Cara membuat :
1. Lumuri paha ayam fillet dengan shoyu, lalu panggang ayam diatas pemanggang sambil sesekali dioles teriyaki sauce cair selama 10 menit atau sampai matang.
2. Angkat dan potong-potong ayam, kemudian oles dengan teriyaki sauce kental.
3. Sajikan ayam teriyaki bersama pelengkap.
Tips dari yang punya resep :
Shayu atau kecap jepang rasanya sin dan berwarna cokelat tua, dapat dibeli di pasar swalayan yang menjual bahan makanan impor di bagian bumbu dan dijual di dalam kemasan botol
(resep cheff Sam Akbar A)

Tahu Kukus Udang

kompas musafir
Sekedar informasi, beberapa waktu lalu saya mendapati sebuah surat dari salah seorang pembaca setia blog kita, beliau menanyakan “apakah mungkin membuat usaha kecil rumah tangga dengan resep-resep yang ada ini”, menurut saya segala sesuatunya bisa saja kita lakukan, asalkan strategi dan pemasarannya baik, khususnya dalam soal harga, bagi anda yang Tinggal di kota-kota besar harga yang sedikit mahal tidak akan menjadi masalah, namun khususnya untuk anda yang berada di pedesaan harga yang mahal bisa berakibat buruk terhadap hasil penjualan.
Tips dari saya untuk yang berada di pedesaan harga jual bisa agak sedikit murah dengan porsi yang sesuai kantong pembeli. Baiklah berikut kita coba membuat Tahu Kukus Udang, adapun bahan-bahannya sebagai berikut ; 3 buah tahu sutra, 6 buah udang windu ukuran sedang, 50 g wortel, iris seperti batangan korek api, 100 g jamur nameko, 1 sendok makan wijen sangria, 2 sendok makan angciu, 1 sendok tea gula pasir, setengah sendok tea garam, setengah sendok tea merica bubuk, 1 sendok tea tepung meizena
Cara membuat ;
1. Potong tahu sutera menjadi 2 bagian, keruk sedikit bagian tengah tahu, masukan tahu kedalam pinggan tahan panas.
2. Buang kepala udang, kupas kulitnya, sisakan buntutnya, dan belah punggungnya, tekuk buntut udang, tancapkan kedalam belahan punggung udang, masukkan potongan wortel kebagian perut udang.
3. Taruh udang di atas tahu sutra dan tambahkan jamur nameko disekeliling pinggan
4. Siram campuran saus diatas tahu sutra, kukus didalam dandang panas selama 15 menit atau sampai semua bahan matang
5. Angkat, taburi bagian atasnya dengan wijen sangria, sajikan ketika hangat.
Tips dari yang punya resep;
- Jamur nameko adalah jamur kecil berwarna cokelat atau putih dan biasa digunakan di dalam masakan jepang
- Jamur nameko bisa diganti jamur merang atau jamur lain sesuai selera anda.
(resep Nuraini w)

Steamed Egg Tofu Salmon

kompas musafir
Pembaca yang budiman, sebelum kita siapkan bahan kuliner berikut ini, penting saya sampaikan bahwa jika anda tidak menemukan resep bahan yang tertera pada tulisan ini, anda bisa menggantikannya dengan bahan lain yang mungkin nantinya akan menghasilkan cita rasa yang lain, dan tentunya juga nikmat,
Ok untuk membuat Steamed egg tofu salmon kita perlu persiapkan bahan-bahannya sebagai berikut;
Bahan untuk diaduk rata ; 250 g egg tofu(bisa di dapat di supermarket), haluskan, 2 batang daun bawang, iris tipis, 5 buah jamur shitake, cincang kasar, 150 g ikan salmon, iris seperti menyerupai dadu kecil, 2 sendok tea jahe cincang, 2 sendok tea bawang cincang, 3 butir telur, 1 sendok makan tepung maizena, 1 sendok tea garam, setengah sendok tea merica bubuk, 1 sendok tea minyak wijen, 1 sendok tea angciu,
Berikutnya bahan untuk Taburan ; 50 g telur kaviar,
Cara membuat;
1. Siapkan mangkuk kecil tahan panas, olesi dengan minyak goring
2. Masukkan adonan bahan kedalam mangkuk kecil, kukus didalam dandang panas selama 20 menit dengan api kecil atau sampai adonan matang.
3. Sajikan dengan taburan telur kaviar selagi hangat
Selesai semuanya sekarang masakan siap disajikan.

Tips dari yang punya resep :
- Telur kaviar atau telur terbang berwarna orange dapat diperoleh di pasar swalayan, jika tidak ada bisa diganti dengan wortel parut.
- Egg tofu adalah tahu khas jepang berbentuk silinder dan dikemas plastic tebal, agar tidak rusak simpan egg tofu di dalam lemari pendingin.
(resep Nuraini w)

Shrimp Roll Kukus

kompas musafir
Kuliner kali ini kita akan menyajikan cara membuat “Shrimp Roll Kukus”, untuk mendapatkan cita rasa masakan yang enak tidak saja bisa kita dapatkan di restoran-restoran ternama saja, tapi bisa pula kita bikin di rumah, berikut resep dari ibu Nuraini untuk membuat Shrimp Roll Kukus.

Terlebih dahulu Siapkan bahan-bahannya ;
300 g udang cincang,
250 daging ayam cincang,
2 sendok makan tepung sagu,
1 butir telur kocok lepas,
4 siung bawang putih, parut hingga halus,
2 batang daun bawang, iris hingga tipis,
Setengah sendok merica bubuk,
1 sendok garam,
30 g bawang bombai. Potong seperti batangan korek api,
50 g wortel, potong juga seperti batangan korek api,
150 g mentimun hijau, potong juga seperti batangan korek api.

Untuk sausnya siapkan bahannya ; 
100 ml mayones,
1 sendok tea saus cabai,
1 sendok tea lemon, setengah sendok tea merica bubuk,
Setengah sendok tea garam,
Setengah sendok tea gula pasir.

Cara membuatnya ;
1. Campur udang, ayam, tepung sagu, telur, bawang putih, daun bawang, merica bubuk, dan garam, aduk sampai rata.
2. Ambil 100 g adonan dan ratakan di selembar plastic
3. Taruh potongan bawang bombai, wortel, dan mentimun hijau di bagian ujung adonan
4. Gulung hingga padat, ikat bagian ujungnya, dan kerjakan sambai bahan habis
5. Kukus didalam dandang panas selama 30 menit atau sampai ayam matang, angkat dan dinginkan
6. Potong ayam dan sajikan dengan sausnya.
Selesai, sekarang masakan siap disajikan.

Tips dari yang punya resep ; Lumuri plastic dengan minyak goreng supaya adonan tidak lengket dan mudah di bentuk.

Brokoli Saus Tiram

Para pembaca yang budiman, kali ini kita mencoba menghadirkan resep masakan, dimana kalau kita analisa lebih serius ternyata kuliner negara kita tidak kalah enaknya dibanding negara tetangga. Dalam edisi kali ini kita coba menghadirkan resep masakan Brokoli saus Tiram.

Pertama siapkan dulu resepnya:

  • 2 sendok makan minyak goreng, 
  • 3 siung bawang putih dicincang halus, 
  • 100 g bawang bombai diiris tipis, 
  • 200 g brokoli, potong per kuntum, 
  • 50 g jagung putren, 2 sendok makan saus tiram, 
  • setengah sendokteh garam, 
  • setengah sendokteh merica bubuk, 
  • 200 ml air, 
  • 2 sendok teh tepung meizena, larutkan dengan 2 sendok makan air.

resep brokoli saus tiram


Berikut cara membuatnya : 
Pertama, panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang bombai sampai harum, lalu masukkan brokoli dan jagung putren, aduk rata, masak sebentar, kemudian masukkan sisa bumbu, kecuali larutan tepung benzene, aduk sampai rata, kemudian tuang larutan tepung benzena, aduk rata, masak sampai mendidih, angkat dan siap disajikan. Mudahkan.

Tips ;

Sebelum membuat Brokoli Saus Tiram, sebelum dimasak, hilangkan ulat dan kotoran di dalam brokoli dengan cara merendam brokoli dalam air garam, kemudian masak jagung putren selama 2-3 menit saja, jika terlalu lama jagung putren akan kecoklatan.

Download resep Brokoli saus tiram

Selimut kapitalis dalam kebijakan pangan

kompas musafir
Membingungkan manakala pemerintah menetapkan kebijakan soal pangan, salah satu sisinya petani dituntut meningkatkan produksi hasil pertanian, namun disisi lain kebutuhan pokok untuk menumbuhkan tanaman seperti pupuk misalnya masih di bandrol dengan harga mahal, belum lagi soal harga pupuk bersubsisi yang dipermainkan pedagang pengencer, demikian juga pupuk oplosan yang berlabelkan pupuk bersubsisi, lalu pupuk bersubsidi yang di ganti kemasannya menjadi pupuk nonsubsidi oleh kapitalis kecil di perkampungan.
Menjawab tantangan kebutuhan pangan tidak cukup dibicarakan di meja bundar saja, hingga saat ini pedesaan tetap sebagai “pabrik” pembuat kebutuhan pokok jutaan penduduk Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional desa adalah yang terpenting, jadi patutlah kiranya negara bersungguh-sungguh dalam mensejahterakan kehidupan pedesaan agar kebutuhan pangan nasional itu tercukupi.
Kasus Mesuji yang terjadi di daerah Lampung, menunjukkan betapa tatanan kebijakan soal pertanian tidak memihak kepada rakyat sehingganya rakyat murka dan menghantam apa saja yang menghalangi mereka dalam memenuhi kebutuhan hidup, masih banyak lagi kejadian serupa yang terjadi di seantero negeri tercinta ini, yang pada intinya menunjukkan kepada rakyat kapitalisme perusahaan berlindung dengan baik dalam kebijakan hukum negara.
Baru-baru ini di sebuah televisi swasta dibicarakan tentang kebijakan pangan, oleh menteri pertanian, tokoh politik dan pengusaha perkebunan. Mengejutkan, salah seorang pembicara dalam acara tersebut menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok yang kita Impor dari negara tetangga ditentukan oleh pengimpor, bukankah itu suatu keganjian mereka yang berjualan ke negara kita begitu saja mengangkangi kebijakan negara tentang Eksport Impor, atau beberapa dari kita telah di bayar sehingganya mereka bisa menetapkan harga sesuai yang mereka inginkan.
Tentunya tidak akan menjadi masalah, membayar sejumlah orang asalkan penjualan mereka tetap laris manis di negara yang pernah menjadi swasembada beras ini, itu baru soal kebijakan impor pangan, dalam soal perkebunan tidak akan mudah bagi rakyat untuk membuka sebuah lahan perkebunan baru, sebab hal itu akan berhadapan dengan syarat dan ketentuan yang ketat dari pemerintah dan juga dengan biaya yang banyak, tapi tidak demikian halnya dengan pihak swasta yang dengan mudah mendapatkan izin untuk menumbang hutan lalu menjadikannya areal perkebunan baru.
Secara langsung memanglah tidak ada kaitan antara pembukaan lahan baru oleh petani dengan kebijakan pangan yang dikeluarkan pemerintah, namun berdampak buruk terhadap perkembangan mental wiraswasta lokal yang hendak mengembangkan usaha di sektor pertanian, khususnya di bidang perkebunan pada kawasan yang lebih luas, kebijakan pemerintah tentang pembukaan lahan perkebunan baru seolah hanya mungkin dilakukan oleh pihak swasta asing atau perusahaan yang memiliki modal kuat.
Tentu saja pengusaha besar atau pemodal asing yang hendak membuka areal baru lebih menguntungkan bagi negara, yang pada akhir kenyataannya banyak pula standar operasional kebun yang diterapkan perusahaan tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah khususnya di bidang ketenagakerjaan, tidak itu saja kawasan yang dikelola perkebunan swasta dengan mengantongi izin HGU ada pula yang kucing-kucingan dengan pemerintah terkait luas areal yang mereka gunakan, dimana dalam hal ini merugikan negara pada soal pajak, para pemerhati lingkungan seperti LSM yang sering mendapati luas areal HGU yang di gunakan perusahaan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Sampai kapan kita akan menutup mata terhadap kecurangan itu, negara di rugikan dan pengusaha lokal sulit mengembangkan usaha di sektor pertanian khususnya di bidang perkebunan. Sebab kebijakan pangan sedang mengarah kepada yang lain.

Gajah Sumatera diambang Punah

Dua belas Agustus tahun duaribu duabelas, aku kembali ke Kubang Gajah, suatu daerah yang menjadi konservasi gajah di rimba pedalaman provinsi Riau terbentang sepanjang ribuan hektar dimulai dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, daerah tersebut dinamakan penduduk setempat dengan Kubang Gajah, kunjunganku kali ini demi mendengar kabar seekor Gajah telah mati, menurut cerita peladang mati karena makan Pupuk. Saipul salah seorang buruh tani menerangkan kematian Gajah itu di rahasiakan para peladang, bagiku kuat dugaan kematian Gajah itu karena sengaja diracun.
Siang nan terik di bulan Ramadhan, aku mencari lokasi bangkai Gajah, tak seorang pun peladang yang bersedia mengantarkan atau memberi petunjuk dimana lokasi bangkai gajah tersebut mereka takut menjadi penghubung kematian gajah itu dengan orang luar, jadilah aku berkeliling di rimba yang telah gundul itu mencari titik lokasi bangkai Gajah, tapi nihil hingga sore menjelang aku tak menemukan lokasinya.
Sulit bagiku untuk mengatakan gajah yang mati itu akibat memakan pupuk, gajah dalam perilaku sehari-harinya adalah mamalia yang memiliki pendengaran tajam insting yang kuat dan cerdas dalam mencari makan, tidak akan semudah itu mereka menuju ke pondok peladang lalu memakan tumpukan pupuk, kawanan gajah liar cenderung menjauh dari manusia, jadi dugaanku bahwa gajah tersebut mati karena di racun.
Beberapa hari setelah kunjunganku ke kubang gajah, di salah satu TV Swasta menayangkan berita kepunahan gajah di kawasan hutan kabupaten Kuantan Singingi, dari program TV itu pulalah dugaanku tepat tentang kematian gajah tersebut karena di racun, sebagaimana yang diberitakan dalam program tersebut, berdasarkan informasi petugas kehutanan setempat bahwa gajah tersebut mati karena memakan tanaman yang sudah diracun oleh peladang. Diketahui populasi gajah pada tahun 2005 berjumlah sekitar enam ribu ekor, hingga kini lebih kurang Tinggal tigaratus ekor atau bahkan lebih kecil lagi jumlahnya.
Pembalakan liar dan pembukaan areal perkebunan besar-besaran oleh warga kampung membuat ring perburuan gajah semakin sempit, sebuah perusahaan perkebunan swasta di sekitar kawasan Kubang Gajah juga pernah kesulitan mengatasi gajah-gajah yang memakan pokok kelapa dan kelapa sawit mereka, dari itu saja tidak terhitung jumlah pasti berapa ekor yang telah mati di bunuh atau di racun, belum lagi perburuan gajah yang dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk mendapatkan gading atau mani gajah yang dikenal dalam mistik mempunyai manfaat yang banyak untuk dijadikan pegangan, ditambah lagi semenjak warga membuka areal tersebut ratusan hektar pepohonan ditumbang habis kemudian ditanami kelapa sawit, dan gajah-gajah dibunuh karena memakan tanaman mereka.
Seorang pegawai kehutanan yang kutemui secara sadar membenarkan bahwa kawasan tersebut merupakan kawasan konservasi gajah, dengan status lahan HSAW (Hutan Suaka Alam Wisata) yang dengan sengaja pula di buka oleh warga dan kayu-kayu hasil tebangannya dijual, dari keterangan Lugimin salah seorang peladang pada era pemerintahan Megawati kawasan tersebut pernah di canangkan menjadi daerah transmigrasi entah dengan alasan apa, seharusnya hutan di Kubang Gajah tidak di buka seluas yang terjadi sekarang ini.
Berdasarkan pemantauanku sebelum tahun ini areal yang telah dibuka oleh warga tersebut tidak sepenuhnya milik penduduk setempat, bahkan setelah di hitung-hitung jumlah KK (Kepala Keluarga) di desa Sungai Besar yang mengakui bahwa kawasan tersebut adalah tanah ulayat mereka, jumlahnya tidak lebih dari duaratus KK, andaipun semua kepala keluarga membuka kawasan hutan tersebut untuk dijadikan sumber mata pencaharian baru maka tidaklah sepantasnya membuka ribuan hektar kawasan hutan, dari pemantauan ternyata areal yang di buka tersebut telah diperjual belikan kepada penjabat negara, ada yang di jual kepada pegawai dinas perpajakan nasional, kepada perwira tinggi aparat, kepada konglomerat, bahkan ada pula yang di jual kepada Bupati provinsi tetangga.
Terlepas dari semua kepentingan tersebut, yang jelas nasib gajah sumatera di pedalaman kabupaten Kuantan Singingi sedang diambang kepunahan, baik oleh kepentingan politik maupun tuntutan rakyat yang ingin mendapat penghidupan layak dari kawasan tanah ulayat mereka. Harus ada yang bisa menyelesaikan konflik ini dengan baik dan benar, sebelum gajah-gajah itu punah.

Terorisme, Kambing Hitam



kompas musafir
Lagi-lagi terosisme muncul dalam setiap pemberitaan televisi, seperti kebakaran jenggot pihak aparat keamanan memburu pelaku penembakan di pos pengamanan Polisi kota Solo, ketika para report jurnalis TV memberitakan kejadian tersebut adalah ulah teroris, kita seperti kehilangan analisa, sehingganya setiap prilaku kriminal di identikkan dengan kelompok teroris, apakah benar demikian, denga mudahnya seseorang menjadi teroris sekalipun itu adalah kriminal menggunakan senjata.

Para ahli hukum internasional belumlah sepakat memberi pengertian tentang Teroris atau Terorisme ini, tidak semudah itu menduga seseorang menjadi “Terduga Teroris”, Prof. M. Cherif Bassiouni seorang ahli hukum pidana Internasional pernah mengatakan, “Tidak mudah untuk mengadakan suatu pengertian yang identik yang dapat diterima secara universal sehingga sulit untuk mengadakan pengawasan terhadap makna Terorisme tersebut”(Wikipedia), hal itu sungguh berbeda dengan apa yang terjadi di Negeri tercinta ini, terlebih lagi saat ini semua rakyat sipil punya kemungkinan untuk memiliki senjata, baik itu melalui izin Perbakin ataupun melalui jalur ilegal.

Serangkain penyerangan berbau terorisme pernah terjadi di Indonesia, salah satu makna yang bisa kita petik dari serangkaian serangan itu adalah aparat keamanan selalu kecolongan setiap “Kelompok mengerikan” itu melancarkan aksinya, jika memang kelompok terorisme ini sudah teridentifikasi dengan jelas oleh aparat adakah terpantau setiap gerakan yang mereka lakukan, jawabannya tidak, buktinya setiap aksi yang dilakukan oleh kelompok tersebut tidak pernah bisa diatasi secara dini, alhasil tindakan terorisme yang mereka lakukan hanya menjadi semacam kuliner di halaman depan media massa, tersaji di awal pagi, ataukah ini hanya semacam pengalihan isu saja.

Sekitar dua juta penduduk Indonesia (termasuk saya, tokoh politik dan pengusaha), adakah yang menyadari bibit teroris itu sedang tumbuh subur di negara kita, akibat ketidakadilan yang terjadi disetiap pelosok negeri. kemiskinan misalnya, bukankah kemiskinan itu juga biji yang baik untuk menumbuhkan nilai terorisme dalam diri.

Mungkin saja kelompok terorisme yang sudah ada lebih memberikan rasa keadilan bagi ratusan rakyat miskin yang sedang bertebaran di negara ini, kita tidak usah berpajang lebar tentang kemiskinan ini, tapi sadarlah bahwa kemiskinan dan ketidakadilan adalah benih terorisme yang siap disemai oleh jutaan “Kelompok Mengerikan” di dunia ini.

Jutaan rakyat Indonesia yang menyaksikan program televisi menayangkan para penegak hukum sibuk menanggapi tentang keluhan seorang penjabat istana kepresidenan yang sedang twit disebuah jejaring sosial, tentang koruptor sekaliber Gayus, Artalita Suryani yang sedang mengaso di prodeonya. Rakyat menjerit, seperti itukah keadilan itu, atau ketika seorang nenek mencuri beberapa tandan buah perusahaan perkebunan lalu kemudian di bawa ke meja hijau, yang pada dasarnya yang dilakukannya itu hanya untuk mengganjal perutnya (saya pikir hal yang seperti ini tidak pernah menjadi perbincangan menarik untuk ditayangkan di televisi).

Apa yang sedang terjadi, penegak keadilan begitu gigih memperjuangkan klien mereka yang punya uang banyak, belum lagi maling atau copet yang mati di hantam sebelum kasusnya sampai ke meja hijau, demikian juga dengan orang tua Bayu (Terduga Teroris) yang di hantam aparat sehingga mukanya babak belur, seperti tidak ada etika dalam menyelesaikan kasus.(saya pikir hal yang seperti ini juga tidak pernah menjadi perbincangan menarik untuk ditayangkan di televisi).

Mengapa kita mengutuk dan mengkambinghitamkan Terorisme, toh semua mata pernah menyaksikan kemiskinan itu seperti apa, dan ketidakadilan itu juga nyata terjadi di depan mata kita, untuk menjadi benih-benih teroris baru.