"Lebay" Dalam KBBI

kompas musafir

*Lebai - n pegawai masjid atau orang yg mengurus suatu pekerjaan yg bertalian dng agama Islam di dusun (kampung);
*Lebay – tidak ditemukan,
*)Sumber KBBI- v.1-1

Semenjak peradaban manusia terkembang bahasa selalu berkembang, dalam kajian disiplin ilmu Bahasa perkembangan bahasa itu seiring pula dengan sosial budaya pada komunitas masyarakat itu sendiri. Semakin berkembang Budaya, bahasa itu sendiri berkembang pula sesuai dengan kebutuhan pelaku Budaya dalam berinteraksi dengan sesamanya, begitu arifnya bahasa sehingga manusia mampu saling menyampaikan maksud atau rasa, sistim komunikasi komplek yang melibatkan semua indera.

Bahasa dalam tubuh Budaya itu sendiri saling terkait dengan estetika, keindahan dan segala yang bersangkutan dengan kaidah susila dalam perkembangannya, bahasa itu sendiri mampu bertahan ketika kaidah dan estetika penyampaian itu ditulis dalam bentuk huruf dan angka, sejarah cukup membuktikan bangsa yang mampu menjaga estetika itu menempati posisi tersendiri dalam perkembangan peradaban.

Begitulah bahasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, menjaga estetika bahasa dipikir penting demi terjaganya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pikiran dan rasa, dari nilai estetika itu lahirlah orang-orang yang lebih dalam hal berbahasa, Shakespeare, Leonardo Da Vinci, dan penyair lainnya, merekalah orang-orang yang mengerti cita rasa tinggi dalam berbahasa, dan bahasa itu mampu mengubah dunia seindah dan sekejam alam pemikirannya.

Adakah bahasa yang buruk mencitrakan sosial masyarakat yang buruk pula, tentu tidak, terjebak dalam bahasa yang berkembang dalam zaman itu sendiri sangat besar kemungkinan melahirkan bahasa-bahasa yang baru, “Lebay” mungkin salah satu korban bahasa (Kalau boleh dikatakan demikian) yang berkembang dalam ke-Hedonisan zaman dalam ranah itu sendiri, betapa banyaknya kosa kata baru yang berkembang dalam metamerfosanya, hingga pada akhirnya masyarakat pengguna bahasa itu dipaksa menelan kosa kata yang mungkin tidak berada dalam tatatan konteks yang diatur oleh lembaga penjaga bahasa itu sendiri.

Komunikasi sebagai maksud dari bahasa secara tidak langsung tereliminir dalam konteks ke-Hedonisan budaya yang berkembang dalam zamannya, sekali lagi budaya membuktikan keperkasaannya dalam membentuk pola bahasa, yang pada akhirnya berhujung kepada pola pemikiran masyarakat dalam memaknai sebuah kata. Adakah demikian sejarah yang sedang dijalani oleh bahasa di negara kita? Adakah yang demikian etika komunikasi yang sedang di bangun kaum Gaul di negara bagian Timur ini?
Kita semua akan menjadi saksi tentang nasib “Lebay” yang sedang berkembang dalam maksud komunikasi yang melibatkan semua indera itu.

0 comments