kompas musafir 
Setiap orang mungkin pernah mendengar kalimat "ordo Coleoptera", sedang ordo itu sendiri merupakan bahasa latin dalam pengelompokan (Klasifikasi) setiap mahluk hidup, bahkan sampai ukuran mikroskopispun di lakukan peng-klasifikasian. sesungguhnya pembagian klas ini semata-mata hanyalah untuk memudahkan kita mengenal aneka jenis mahluk yang mendiami alam semesta ini. Pada intinya demikian sehingga ketika kita kaitkan dengan tingkah laku mahluk yang menyebabkan kerugian, maka fungsi klasifikasi disini adalah untuk mengenal cara yang tepat dan damai dalam mengendalikannya. Untuk pengantar saya pikir cukup demikian. oke next --
Sebagaimana judul yang di maksud, Ordo "Coleoptera". Dalam disiplin ilmu Pertanian Coleoptera adalah klaster yang di berlakukan untuk serangga-serangga dari jenis kumbang. akibat pesatnya perkembangan penelitian para ilmuwan di dunia, setiap hari dalam klas ini ada saja yang di keluarkan, dan ada jua yang dimasukan. saya tidak kuasa meng-up-date satu persatu, namun setidaknya pembahasan kita kali ini adalah mengenal bentuk dasar dan ciri-ciri yang agak sedikit mendalam tentang ordo Coleoptera ini.

Sebagaimana kumbang, sembilan puluh persen tubuhnya di selimuti sayap, ciri-ciri sayapnya keras bahkan kadang menyerupai tanduk, di dalam sayap yang keras itu juga terdapat selaput sayap belakang (di namakan Membraneus) ketika tidak di gunakan posisinya melipat ini di bawah sayap yang keras, sehingganya sulit untuk di lihat. kepala kumbang pada umumnya kecil-kecil menyesuaikan dengan bentuk tubuhnya.

Setiap fase dari metamorfisis kumbang berpotensi menjadi hama bagi tanaman, seperti terlahir untuk di caci, ketika berwujud larva kumbang disalahkan karena induknya meletakkan telur di bagian penting lamina daun, sehingga mengganggu proses fotosintesis tanaman, begitu juga ketika dia beranjak dewasa, induk kumbang selalu memilih tempat yang tidak menyengsarakan telurnya ketika menetas dan tumbuh dewasa. Kumbang mengerti sekali bagian mana dari tanaman yang bergizi baik untuk pertumbuhan anak-anaknya kelak. Lalu Mahasiswa Pertanian dan Petani berlomba-lomba membasmi generasi yang hendak di lahirkan itu.

source picture : kabarindonesia.com


0 comments