Oknum Petugas SPBU, Upetikan BBM Bersubsidi

kompas musafir
(Courtesy image by fadli private collection)
Koto Baru – Kelangkaan BBM bersubsidi di Dharmasraya akhir-akhir ini di perparah oleh penyelewengan Oknum SPBU yang menjual BBM disertai upeti, disamping itu BBM bersubsidi juga dijual kepada warga yang notabenenya tidak berdomisili di Dharmasraya, terutama pembeli yang berasal dari kabupaten Tebo, dimana setiap pembeli yang berasal dari kabupaten luar tersebut diupetikan sebesar 20.000 rupiah pergalonnya. Hal ini sangat disesalkan oleh warga terutama warga yang telah mengantri sepanjang malam di SPBU.
Zal, salah seorang warga Koto Baru sekaligus pengencer BBM di rumahnya, kemaren (25/06) kepada Dhameks mengaku, ketika dia membeli BBM di pertamina dia harus membayar 5000 rupiah pergalonnya, “Bagi saya lima ribu pergalonnya tidak masalah, itu masih sebanding dengan penjualan saya, namun yang paling kita kesalkan pihak SPBU lebih mengutamakan pembeli yang berasal dari kabupaten lain, sehingganya kita yang warga disini yang juga membeli BBM terlantarkan”, jelasnya.
Pengencer minyak yang membeli minyak di SPBU mengutuk tindakan oknum petugas SPBU yang sudah sangat kelewat batas tersebut, dan meminta Kapolres Dharmasraya bertindak tegas terhadap SPBU yang dengan terang-terangan lebih mengutamakan pembeli dari kabupaten lain tersebut.
“Untuk membeli BBM di SPBU ini kami mengantri selama 8 jam lebih pak, bagaimana kami tidak kesal begitu datang mobil pembeli dari kabupaten lain langsung petugas SPBU mengisi galon mereka padahal warga kita sudah antri begitu lama, disamping itu pembeli yang berasal dari kabupaten lain tersebut terang-terangan membayar petugas SPBU 20.000 rupiah pergalonnya, kita memohon kepada Kapolres Dharmasraya agar masalah seperti ini ditindak tegas saja, sudah jelas-jelas kita disini sedang mengalami kelangkaan BBM dibikin kacau pula oleh petugas SPBU yang kelaparan”, jelas Zal yang juga warga Koto Baru kepada Dhameks malam kemaren (25/06).
Lebih lanjut Zal manambahkan, berbagai cara di tempuh orang-orang yang hendak membeli BBM Bersusidi, “Akhir-akhir ini motif lain yang digunakan adalah dengan mengisi penuh tanki mobil pribadi lalu menyalinnya kembali ke dalam galon untuk dijual, berbagai cara dilakukan agar BBM bersubsidi ini bisa didapat orang, berapa keuntungan yang didapat Oknum petugas SPBU tersebut dalam semalam bisa mencapai jutaan itu pak, 20.000 pergalon dari pembeli yang berasal dari kabupaten lain, galon yang diisipun tidak sedkiti satu mobil colt diesel isinya galon semua pak, kalikan saja 20.000 rupiah, kalau Kapolres beserta jajarannya tidak turun tangan bisa bertambah kacau ini pak”, ungkap Zal.

0 comments