Perjuangan dua kodrat Tan malaka.

kompas musafir
Tak berapa salahnya, kalau dikatakan bahwa alam semesta raya kita ini, laksana satu gelanggang perjuangan yang tak putus-putusnya, antara dua kodrat yang dalam hakikatnya berderajat sama, ialah kodrat negatif dan kodrat positif. dipandang sari sudut lain dan bergerak ke lapangan lain, kedua kodrat yang sederajat ini menjelma berupa kodrat penolak dan kodrat penarik (repulsion and attraction).

Rupanya ilmu modern sedang memusatkan semua cabang pengetahuan dalam golongan ilmu alam dan ilmu kimia. Pada ilmu listrik, ilmu alam dan ilmu pisah keduanya mempunyai sari yang sama, ialah ilmu listrik, memangnya dalam ilmu listrik inilah perjuangan terus menerus antara dua kodrat diatas tadi, nyata sekali. mulai dari badan terkecil yang dinamai atom, maka kodrat negatif dan positif tadi menjelmakan pertentangan terus -menerus. Adapun dua kodrat tersebut berbadan pada dua bahagian atom itu, ialah elektron dan proton. Badan atom yang oleh ilmu modern dianggap terkecil itu, adalah hasil perjuangan dua kodrat positif dan negatif tadi, atau dipandang dari sudut lain adalah hasil prjuangan kodrat menolak dan menarik. Pun adanya badan terbesar di seluruhnya alam terkembang ini, seperti Bumi, Bintang, Komet dan Matahari, adalah hasil kodrat negatif-positif, serta tolak-manarik dalam jutaan milyunan tahun.
kalau sekarang kita beralih memandang dengan kecepatan kilat arah sejarah filsafat, ialah bayangan gerakan sejarah masyarakat, dari Heraklit - Demokrit sampai ke Hegel..................... dan dari Hegel sampai ke Marx - Engels, maka perjuangan dua kodrat tersebut di atas, dalam lapangan alam raya tadi, dalam gelanggang filsafat ini, bolehlah kita ibaratkan dengan perjuangan thesis dan antithesis yang mengahsilkan synthesis.............. terus menerus tak putus-putusnya.

Tetapi dengan pelompatan dari lapangan ilmu pasti ke lapangan filsafat janganlah kita melupakan perbedaan dasar antara dua golongan ahli filsafat, ialah golongan idealis dan golongan materialis. Dialektikanya Hegel adalah berdasarkan Absolute Idee (Rohani mutlak). sedangkan buat Heraklit - Demokrit, Marx - Engels, dialektika adalah berdasarkan benda (metter).

Syahdan buat Hegel, Rohani - Mutlak inilah yang menggerakkan thesis dan anthithesis serta menghasilkan synthesis terus menerus, laksana thesis - sayap - kanan dengan antithesis - sayap - kiri dari synthesis seekor burung yang terbang melambung tinggi di angkasa terus menerus dan tak pernah turun ke tanah ........ Position, ignoration, ignoration der ignoration.

Dalam ilmu alam Heraklit dan Demokrit tak pernah meninggalkan daratan. Hasil pikiran kedua ahli ini di antaranya ialah hypothesis (persangkaan) adanya benda molekul dan atom yang di zaman mereka hidup tidak dapat melihat dengan mata telanjang, tetapi yang sekarang dibenarkan oleh ilmu modern, disaksikan dengan teropong, yakni sesudah kurang lebih 2500 tahun hypotesis itu didapatkan.

Hasil dari dialektika berdasarkan benda ialah pendapat Marx dalam ilmu ekonomi tentang teori surplus value (nilai lebih), dan pendapat Marx - Engels dalam filsafat yang dikenal sebagai historis - materialisme dan dialektika - materialisme, dialektika berdasarkan benda.


..........
Tan Malaka. Dari penjara ke penjara

0 comments