kompas musafirHallo sobat. Kali ini kita akan membicarakan tentang kamera, kebetulan saya dulu pernah mencet-mencet kamera. Membahas seadanya aja ya. He..he..he..!
Perkembangan teknologi kamera akhir-akhir ini telah jauh lebih baik, dengan lahirnya kamera digital, proses memotret telah di permudah, walau demikian ilmu dasar kamera tetap berasal dari kamera Analog. Ok, kita mulai.

Kamera.
Secara sederhana kamera merupakan alat perekam gambar atau disebut juga kotak kedap cahaya, di dalamnya terdapat sebuah lensa yang mampu menerima cahaya dari sebuah objek yang kemudian direkam dengan alat pekat cahaya atau film.
Sepintas kamera terlihat rumit, pada badan kamera terdapat berbagai tombol, tuas, gelang dan angka skala. Seorang pemotret harus tahu dan terbiasa dengan semua kontrol yang terdapat pada kamera, namun hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kecepatan rana, bukaan diafragma jarak dan fokus. Kemampuan pemotret menggunakan semua kontrol tersebut akan mempengaruhi hasil foto. Sepintas lalu saya akan terangkan tentang kecepatan rana dan bukaan diafragma.

Kecepatan Rana
Pada kamera analog, rana berupa tirai yang bergerak horizontal atau vertikal, yang terletak di depan film di dalam kamera, kecepatan rana adalah rentang waktu sebuah rana membuka pada saat pemotretan, pada kamera analog kecepatan rana ini dapat diatur dengan memutar-mutar gelang rana. Sedangkan pada kamera digital ketika disetel otomatis kamera akan menentukan sendiri. Kecepatan rana tinggi misalnya 1/500 detik, biasanya digunakan untuk membekukan gerak cepat, seperti memotret lomba pacu lari. Rana rendah misalnya 1/15 detik, tidak dapat membekukan gerakan, walaupun demikian kecepatan seperti ini masih dapat diguanakan untuk memotret benda gerak menyamping, istilahnya teknik panning, benda bergerak terbekukan sementara latar belakangnya kabur atau membayang.

Diafragma
Bukaan diafragma adalah lubang lensa tempat sinar masuk kedalam kamera, besar kecilnya dapat diatur, besar bukaan diafragma penting untuk mengontrol pencahayaan dan ruang tajam. Bukaan diafragma besar akan memasukkan cahaya lebih banyak dan ruang tajam akan sempit, sebaliknya jika bukaan diafragma kecil cahaya masuk sedikit sehingga memberi ruang tajam yang luas.
Pada kamera analog bukaan diafragma dapat diatur pada gelang diafragma, kalau untuk kamera digital tinggal sobat ganti mode otomatis, beres kan.
Besarnya bukaan diafragma dinyatakan dalam angka "f" (kecil), disebut juga f stop. Angka-angka pada gelang diafragma mungkin agak sedikit membingungkan, sebagai pedoman angka kecil menandakan bukaan besar, dan angka besar menandakan bukaan kecil, setiap bukaan dari f22 sampai f1,4 meneruskan cahaya dua kali lebih banyak dari f sebelumnya, angka-angka bukaan diafragma tersebut mempengaruhi ruang tajam atau jarak antar objek yang terdekt dan terjauh, bukaan kecil membuat ruang tajam lebar, hal ini cocok untuk memotret pemandangan, sedangkan bila bukaan diafragma besar pemotret akan mendapatkan ruang tajam yang sempit, cocok untuk memotret orang, objek foto akan menonjol dan tajam sedangkan latar belakangnya kabur.


kompas musafirRuang tajam
Ruang tajam dapat diartikan jarak terdekat dan terjauh dalam rentang titik fokus, setiap lensa memiliki ruang tajam yang berhubungan dengan skala jarak, setiap panjang lensa mempunyai ruang tajam yang berbeda meskipun bukaan diafragmanya sama.
Ada tiga cara yang dapat ditempuh untuk memperlebar ruang tajam,
1. menggunakan bukaan diafragma kecil (angka besar) misal f22
2. menggunakan lensa pendek misalnya lensa 35mm
3. menjauhi objek.

Fokus
Merupakan pertemuan dua berkas sinar atau cahaya melalui lensa setelah terbias atau di pantulkan, fokus bisa juga diartikan sebagai gambaran tajam atau kejelasan suatu objek pemotretan. Mengatur fokus dapat dilakukan dengan memutar-mutar gelang penemu jarak yang terdapat pada lensa, walaupun tampak mudah pengaturan fokus perlu dilakukan dengan hati-hati, terlebih jika menggunakan lensa tele.
Seperti yang telah kita bahas diatas tadi, dengan bukaan kecil ruang tajam akan menjadi luas atau lebar, dengan kata lain latar depan dan latar belakang bisa tampak tajam, sebaliknya dengan diafragma besar ruang tajam akan sempit.
Untuk menonjolkan objek (terpisah dari latar belakang atau latar depannya), pemotret bisa memilih diafragma besar dengan ruang tajam sempit, meskipun pemotret kesulitan menentuka titik fokus, namun hasil foto akan tampak lebih menonjol.


0 comments